Perum Jasa Tirta II Optimalisasi Irigasi, 356 Hektare Sawah di Bekasi Terairi

Penulis: Endra Sanjaya  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:33:01 WIB
Petugas mengoperasikan pompa untuk mengalirkan air irigasi ke sawah di Daerah Irigasi Kedung Gede, Kabupaten Bekasi.

NUSA TENGGARA TIMUR — Perum Jasa Tirta II mengoperasikan enam unit pompa untuk mengairi 356 hektare sawah di Daerah Irigasi Kedung Gede, Kabupaten Bekasi, sebagai upaya menjaga pasokan air pertanian di wilayah hilir. Langkah ini diambil untuk mendukung ketahanan pangan nasional di tengah tekanan pada sistem pengairan. Petani di areal B.Kg 37-38 sisi kanan dan kiri kini menerima aliran air yang lebih stabil.

Paragraf pembuka: Optimalisasi distribusi air dilakukan melalui serangkaian pekerjaan teknis di lapangan, mulai dari pengerukan sedimentasi hingga pemantauan debit harian. Pengerukan difokuskan di ruas B.Kg 22-15 Daerah Irigasi Kedung Gede, sementara penanggulangan limpasan dilakukan di B.Kg 22 untuk menjaga kapasitas dan kelancaran aliran. Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) menyatakan dukungan terhadap pengelolaan sumber daya air secara terpadu.

Enam Pompa Siagakan Air dari Citarum

Untuk mengalirkan air dari Sungai Citarum ke Saluran Sekunder Kedung Gede, sebanyak lima unit pompa milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan satu unit pompa dari Dinas Pertanian disiagakan di lapangan. Pengoperasian enam unit pompa tersebut mampu menyuplai kebutuhan irigasi untuk lahan seluas 356 hektare di areal B.Kg 37-38 sisi kanan dan kiri.

Penguatan suplai air turut dilakukan melalui sistem pompanisasi dari Saluran Pembuang Kali Kiwing menuju B.Kg 38 melalui Saluran Pembuang Teluk Bango. Langkah ini memastikan air tetap mengalir ke area persawahan meski debit sungai berfluktuasi.

Aliran Menjangkau 166 Hektare Sawah

Pemantauan keberlanjutan aliran air dilakukan di Bangunan B.Kg 26. Tinggi Muka Air (TMA) tercatat pada angka 130 dan konsisten berada di atas 120. Angka ini menjadi indikator bahwa pasokan air masih dalam batas aman untuk kebutuhan irigasi.

Pasokan air dari Saluran Sekunder Kedung Gede saat ini telah menjangkau B.Kg 36 hingga Saluran Sekunder Kobak Ceper di B.Kc 2-4. Aliran tersebut mengairi areal persawahan seluas 166 hektare. Dengan demikian, total lahan yang mendapat pasokan air dari rangkaian pekerjaan ini mencapai ratusan hektare di wilayah hilir.

Mengapa Langkah Ini Penting bagi Petani

Bagi petani di Kabupaten Bekasi, ketersediaan air menjadi faktor penentu jadwal tanam dan hasil panen. Ketika aliran ke sawah terganggu, risiko gagal tanam meningkat dan biaya produksi membengkak karena petani harus mencari sumber air alternatif.

Perum Jasa Tirta II menempatkan pemantauan debit air sebagai bagian dari rutinitas operasional. Sejumlah langkah, mulai dari pengerukan sedimentasi, pengendalian limpasan, pemantauan debit air, hingga pompanisasi, dilakukan untuk menjaga pasokan air bagi lahan pertanian dan mendukung kebutuhan pengairan petani.

Penutup: Optimalisasi irigasi di Kedung Gede menunjukkan peran BUMN pengelola air dalam menjaga produksi pangan di wilayah hilir. Keberlanjutan pasokan air ke sawah akan menentukan apakah target panen musim ini bisa terpenuhi.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: metrotvnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top