IHSG Dibuka Naik 20,27 Poin ke Level 6.139, Analis Proyeksi Uji 6.150-6.200

Penulis: Aditya Nugraha  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:31:01 WIB
IHSG dibuka naik 20,27 poin ke level 6.139 pada awal sesi perdagangan.

JAKARTA — Penguatan IHSG pada awal sesi pertama menempatkan indeks di atas level MA5, sinyal teknikal yang dibaca analis sebagai ruang lanjutan kenaikan. Phintraco Sekuritas mencatat level resistance terdekat berada di kisaran 6.150-6.200.

“IHSG ditutup di atas level MA5. Sehingga diperkirakan penguatan IHSG berpotensi berlanjut dengan menguji level 6.150-6.200,” kata Tim Analis Phintraco Sekuritas.

Stimulus Rp31 Triliun Jadi Katalis Pasar

Tim Phintraco mencermati alokasi anggaran pemerintah untuk program stimulus yang mencapai Rp31 triliun pada triwulan IV 2026. Kebijakan itu disebut berfokus pada perlindungan daya beli masyarakat.

“Pemerintah bertujuan memperkuat perekonomian nasional melalui kebijakan yang berfokus pada perlindungan daya beli masyarakat,” ucapnya.

Anggaran tersebut juga diarahkan untuk memperluas kesempatan kerja dan menjaga keberlanjutan dunia usaha. Pasar saham membaca belanja pemerintah sebagai penopang permintaan domestik di tengah ketidakpastian global.

Rincian Tiga Stimulus: Rekening Warga, Beras 10 Kg, Subsidi Upah

Stimulus pertama berupa pembukaan rekening bagi warga negara berusia di atas 17 tahun. Penerimanya adalah masyarakat kategori desil satu sampai empat, dengan anggaran Rp1,28 triliun.

Stimulus kedua berupa bantuan pangan beras 10 kilogram dengan anggaran Rp17,5 triliun. Stimulus ketiga berupa bantuan subsidi upah dengan alokasi Rp12 triliun.

Lanjutan 2027: Magang 150 Ribu Peserta dan PPh 21 Dipangkas

Memasuki 2027, pemerintah melanjutkan program magang bagi 150 ribu peserta dan pelatihan vokasi bagi 300 ribu orang. Pemerintah juga memperluas pengurangan pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 bagi pekerja berpenghasilan di bawah Rp10 juta per bulan.

Kebijakan pengurangan PPh Pasal 21 diperluas ke seluruh sektor dan mencakup sekitar 7,5 juta pekerja. Selain itu, pemerintah memperpanjang Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 2027 untuk sektor perumahan.

PPN DTP hingga KPR Bunga 6 Persen untuk Rumah Rp500 Juta

PPN DTP diberikan untuk rumah dengan harga hingga Rp2 miliar sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Pemerintah juga memberikan PPN DTP atas bagian harga hingga Rp2 miliar bagi rumah berharga maksimal Rp5 miliar.

Pemerintah menyiapkan KPR bersubsidi dengan bunga enam persen bagi masyarakat berpenghasilan tetap sekitar Rp17 juta. Fasilitas itu ditujukan untuk pembelian rumah dengan nilai maksimal Rp500 juta.

Bagi investor di pasar saham, rangkaian insentif fiskal tersebut menjadi indikator arah belanja rumah tangga pada kuartal terakhir 2026 hingga awal 2027. Pergerakan IHSG pada sesi berikutnya akan diuji apakah mampu bertahan di atas level MA5.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top