NUSA TENGGARA TIMUR — Bursa Efek Indonesia mencabut suspensi perdagangan saham IDEA, WAPO, dan ASLI mulai Selasa (6/10/2026), sehingga ketiganya kembali diperdagangkan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai sejak sesi pra-pembukaan. Pencabutan dilakukan setelah BEI menilai pergerakan harga ketiga saham sudah kembali wajar pasca lonjakan ekstrem yang memicu penghentian sementara sejak pekan terakhir September 2026. Saham IDEA menjadi sorotan karena sempat melesat 138,71 persen dalam sebulan sebelum disuspensi.
Bursa Efek Indonesia memastikan perdagangan saham PT Idea Indonesia Akademi Tbk (IDEA), PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO), dan PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) kembali normal mulai sesi pra-pembukaan hari ini. Keputusan itu tertuang dalam pengumuman resmi bursa yang menyatakan suspensi dibuka setelah penilaian menyeluruh atas kondisi perdagangan ketiga emiten.
Sebelumnya, BEI menghentikan sementara perdagangan ketiga saham tersebut sejak pekan terakhir September 2026. Langkah itu diambil menyusul pergerakan harga yang dinilai tidak wajar dan berpotensi merugikan investor ritel yang masuk di harga puncak.
Saham IDEA mencatat kenaikan paling agresif di antara ketiga emiten. Dalam satu bulan, harganya melesat 138,71 persen dengan rata-rata kenaikan harian mencapai 9,70 persen. Dalam tiga bulan, saham IDEA sudah menguat 159,65 persen.
Pola kenaikan harian yang nyaris menyentuh batas auto reject atas (ARA) setiap hari menjadi sinyal awal bagi bursa untuk melakukan pengawasan ketat. BEI memiliki kewenangan menghentikan sementara perdagangan jika menemukan indikasi pergerakan harga yang tidak mencerminkan fundamental emiten.
Pencabutan suspensi membuka kembali akses likuiditas bagi investor yang selama ini terkunci tidak bisa bertransaksi. Pemegang saham IDEA, WAPO, dan ASLI kini dapat kembali melakukan jual beli di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai.
Meski demikian, pembukaan suspensi tidak otomatis menghapus risiko. Saham yang sebelumnya mengalami lonjakan tajam kerap menghadapi tekanan jual begitu perdagangan dibuka, terutama jika kenaikan sebelumnya tidak didukung kinerja keuangan yang solid.
Investor perlu mencermati laporan keuangan terbaru ketiga emiten sebelum mengambil keputusan. BEI juga biasanya tetap memasang status pemantauan khusus bagi saham yang baru keluar dari suspensi untuk memantau stabilitas harga.
Fokus pasar kini tertuju pada bagaimana harga ketiga saham bergerak di sesi perdagangan pertama pasca-suspensi. Jika terjadi lonjakan atau penurunan ekstrem, BEI tidak menutup kemungkinan menerapkan kembali penghentian sementara.
Bagi investor ritel, momentum pembukaan suspensi sering dimanfaatkan untuk keluar dari posisi yang sudah untung besar. Sebaliknya, trader yang belum memiliki posisi disarankan menunggu konfirmasi arah harga sebelum masuk, mengingat volatilitas saham-saham ini tergolong tinggi.