BMKG Tenau Kupang Peringatkan Gelombang 2,5 Meter di 8 Perairan NTT, Nelayan Diimbau Tak Melaut

Penulis: Aditya Nugraha  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 10:31:01 WIB
BMKG Maritim Tenau Kupang memperingatkan gelombang setinggi 1,25–2,5 meter di delapan perairan NTT hingga Senin, 5 Oktober 2026 pukul 08.00 WITA.

ENDE — Prakirawan BMKG Maritim Tenau Kupang, Otniel Tino Jawa Nduruk, menyebut gelombang tinggi itu diprakirakan muncul di Selat Cape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Laut Sabu, perairan selatan Sumba, perairan Sabu Raijua, perairan utara Kupang-Rote, perairan selatan Timor-Rote, dan perairan Taman Nasional Komodo. Peringatan berlaku hingga Senin, 5 Oktober 2026 pukul 08.00 WITA.

Angin di perairan NTT bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan 12 sampai 50 kilometer per jam. Kondisi cuaca secara umum diprakirakan cerah hingga berawan, tetapi gelombang tetap berisiko bagi kapal berukuran kecil.

Delapan Wilayah Perairan yang Perlu Diwaspadai

Otniel merinci titik-titik yang masuk kategori waspada gelombang 1,25–2,5 meter. Wilayah itu tersebar dari Selat Sumba di barat hingga perairan Taman Nasional Komodo di ujung timur.

  • Selat Cape bagian selatan
  • Selat Sumba bagian barat
  • Laut Sabu
  • Perairan selatan Sumba
  • Perairan Sabu Raijua
  • Perairan utara Kupang-Rote
  • Perairan selatan Timor-Rote
  • Perairan Taman Nasional Komodo

“Waspada gelombang laut dengan ketinggian 1,25 sampai 2,5 meter yang akan terjadi di wilayah Selat Cape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Laut Sabu, perairan selatan Sumba, perairan Sabu Raijua, perairan utara Kupang-Rote, perairan selatan Timor-Rote, dan perairan Taman Nasional Komodo,” ujar Otniel dalam siaran informasi cuaca.

Risiko bagi Perahu Nelayan dan Kapal Tongkang

Gelombang pada ketinggian tersebut dapat memperbesar risiko bagi perahu nelayan dan kapal tongkang. Otniel menekankan kondisi laut perlu diperhitungkan sebelum nelayan maupun pengguna jasa transportasi laut memutuskan berlayar.

BMKG mengimbau masyarakat memantau informasi prakiraan cuaca maritim sebelum beraktivitas di laut. Keselamatan disebut menjadi pertimbangan utama ketika kondisi perairan tidak bersahabat.

“Jika keadaan cuaca pada saat akan melaut dirasa kurang bersahabat seperti angin kencang serta gelombang laut tinggi, diharapkan masyarakat maupun nelayan agar tidak melaut,” kata Otniel.

Informasi cuaca maritim terbaru dapat diakses melalui BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang. Warga pesisir diimbau mengikuti perkembangan prakiraan sebelum melakukan pelayaran.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top