NUSA TENGGARA TIMUR — Setelah tiga minggu memakai TCL Note A1 sebagai perangkat kerja harian, satu hal yang paling menonjol bukanlah layar matte-nya yang nyaman di mata, melainkan baterai 8.000 mAh yang nyaris tidak pernah habis. Tablet Android ini dijual sekitar USD 499 (sekitar Rp 8 juta) dan menyasar pengguna yang butuh perangkat fokus untuk mencatat dan membaca, bukan untuk konsumsi media atau gaming berat.
TCL Note A1 hadir sebagai jawaban atas tablet yang sering mati karena lupa di-charge. Dengan bodi setipis 5,5 mm dan bobot sekitar 500 gram, perangkat ini terasa ringan dibawa bepergian. Layar 11,5 inci dengan teknologi NXTPAPER Pure menawarkan tekstur seperti kertas dan lapisan anti-glare yang membuat mata tidak cepat lelah saat membaca dokumen panjang.
Di bagian belakang, TCL menanam magnet bundar di tiga sudut yang dilapisi plastik soft-touch. Magnet ini berfungsi untuk menempelkan cover tambahan sekaligus mencegah bodi aluminium aerospace-grade dari goresan saat diletakkan di meja. Tombol power ada di kiri atas, sementara port USB-C ditempatkan di kanan bawah, bukan di tengah. Posisi ini tampaknya disengaja agar kabel charger tidak menghalangi saat keyboard case terpasang.
Sayangnya, TCL menghilangkan tombol volume fisik. Ini keputusan yang cukup mengganggu, terutama saat menonton video atau mendengarkan musik. Untuk mengatur volume, pengguna harus mengakses menu Quick Settings yang memakan waktu ekstra.
Panel 11,5 inci dengan rasio 3:2 dan refresh rate 120Hz ini menjadi daya tarik utama. Berbeda dengan layar E-Ink yang sering lag, NXTPAPER menawarkan transisi yang mulus. Warna tetap muncul, meski tidak secerah panel OLED konvensional. Untuk membaca ebook, komik digital, atau dokumen PDF, kualitas tampilannya sangat memuaskan.
Namun, tablet ini jelas bukan untuk menonton film atau main game. Layar matte memang mengurangi pantulan, tapi juga membuat warna terlihat sedikit pudar. Selain itu, ketiadaan tombol volume membuat pengalaman konsumsi media jadi kurang praktis.
Dapur pacu mengandalkan chipset MediaTek Helio G100 yang dipadukan dengan RAM 8GB dan penyimpanan 256GB. Untuk urusan produktivitas seperti mencatat, membuka email, dan membaca berita, performa terasa lancar. Tapi jangan harap bisa menjalankan game berat dengan pengaturan grafis tinggi.
Baterai 8.000 mAh adalah bintang sesungguhnya. Selama tiga minggu pengujian, perangkat ini tidak pernah mati total. Bahkan setelah dibiarkan tidak disentuh selama beberapa hari, baterai masih tersisa 30 persen. Fitur Standby Mode otomatis saat tidak digunakan menjadi kunci efisiensi daya. Charging 33W memang tidak super cepat, tapi dengan daya sebesar ini, pengisian semalam sudah cukup untuk pemakaian beberapa hari.
Saat pertama kali dinyalakan, TCL Note A1 tidak langsung menampilkan homescreen Android biasa. Layar utama justru berisi daftar catatan dan dokumen. Ini pendekatan yang mirip dengan tablet reMarkable, tapi tetap berbasis Android sehingga pengguna bisa menginstal aplikasi dari Play Store.
Fitur AI seperti transkripsi dan terjemahan tersedia, sebagian diproses secara lokal dan sebagian lagi melalui cloud Microsoft Azure. Salah satu fitur yang menarik adalah Inspiration Circle. Dengan menekan lama tombol pada stylus T-Pen Pro, pengguna bisa melingkari catatan atau file untuk menyimpannya ke Inspiration Space. Konsepnya mirip Essential Space di ponsel Nothing.
TCL Note A1 cocok untuk profesional, peneliti, atau mahasiswa yang butuh perangkat khusus untuk mencatat dan membaca tanpa gangguan notifikasi. Baterainya yang luar biasa awet membuatnya ideal sebagai teman kerja di kafe atau perjalanan jauh. Namun, jika kebutuhan utama adalah menonton film, main game, atau mengedit video, tablet ini bukan pilihan yang tepat. iPad Air atau tablet Android konvensional di harga serupa akan lebih fleksibel untuk kebutuhan multimedia.