BNPB Pacu Pencairan Dana Stimulan Rumah Korban Gempa NTT Cair Oktober, 44.767 Unit Terverifikasi

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 05:31:31 WIB
BNPB mempercepat pencairan dana stimulan bagi korban gempa NTT pada Oktober 2025.

KUPANG — Bantuan bagi penyintas gempa NTT disalurkan lewat tiga skema berbeda, menyesuaikan tingkat kerusakan rumah yang dialami warga. Pemilik rumah rusak ringan menerima Rp15 juta untuk biaya perbaikan, sedangkan rumah dengan kerusakan sedang mendapat Rp30 juta. Dana tersebut akan masuk langsung ke rekening masing-masing penerima setelah lolos verifikasi ketat.

Mekanisme pencairan diatur khusus agar dana benar-benar dipakai untuk renovasi. Sebanyak 75 persen dari nilai bantuan dapat dicairkan tunai, sementara sisanya wajib dibuktikan dengan nota atau tanda bukti pembelian material bangunan.

Rumah Rusak Berat Dapat Huntara dan Dana Tunggu Hunian

Warga yang rumahnya rusak berat disiapkan hunian sementara yang nantinya berlanjut ke pembangunan hunian tetap. Jika memilih tidak tinggal di huntara, mereka berhak atas Dana Tunggu Hunian sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan masa tunggu.

BNPB memberi fleksibilitas lokasi pembangunan huntap. Tersedia tiga skema: komunal berupa relokasi ke kawasan baru, in situ yang dibangun di lokasi asal, serta mandiri di tanah milik sendiri namun di lokasi berbeda.

Verifikasi Data Hampir Rampung, Hunian Sementara Bertambah

Proses verifikasi data untuk bantuan dana stimulan rumah rusak ringan dan sedang berjalan intensif. Sebagian besar data dilaporkan telah berhasil diverifikasi, membuka jalan bagi pencairan sesuai tenggat yang ditetapkan.

"Saya sudah perintahkan agar di bulan Oktober ini, secepatnya dana tersebut sudah bisa disalurkan dan dicairkan oleh warga yang berhak menerima," tegas Suharyanto dalam keterangan resminya.

Di lapangan, progres pembangunan huntara terus berjalan. Ratusan unit telah selesai, sementara ratusan lainnya masih dalam tahap pengerjaan maupun penyiapan lahan.

Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Tujuh Kabupaten

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang NTT pada Agustus lalu berdampak luas di tujuh kabupaten. Kerusakan infrastruktur permukiman menjadi persoalan paling krusial yang harus segera ditangani pemerintah.

Data per akhir September mencatat sekitar 44.767 unit rumah terverifikasi mengalami kerusakan. Angka ini menjadi dasar BNPB memacu realisasi berbagai skema bantuan, mulai dari huntara, huntap, hingga distribusi dana stimulan bagi rumah rusak ringan dan sedang.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: malutpost.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top