Gempa M 7,7 Guncang Mbay Nagekeo, BMKG Catat Tsunami 0,94 Meter di Ende

Penulis: Chandra Kusuma  •  Senin, 28 September 2026 | 05:31:31 WIB
Warga di pesisir Nagekeo mengungsi ke lokasi lebih tinggi setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut.

KUPANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa magnitudo 7,7 berpusat di sekitar Mbay, Nagekeo. Peringatan mencakup sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Guncangan membuat warga di beberapa daerah harus segera menyelamatkan diri.

Gelombang Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Titik

Data BMKG mencatat gelombang tsunami terpantau di beberapa lokasi. Di Maurole, Ende, ketinggian gelombang tercatat mencapai 0,94 meter. Gelombang juga terdeteksi di Sikka, Labuan Bajo, Flores Timur, Dompu, dan sejumlah wilayah lain.

Peringatan dini yang dikeluarkan BMKG memberi waktu bagi warga pesisir untuk menjauh dari garis pantai. Meski demikian, kepanikan tetap terjadi di sejumlah titik saat guncangan terasa kuat.

Kebutuhan Dasar Warga Terdampak Belum Terpenuhi

Kondisi di lokasi terdampak belum sepenuhnya membaik. Warga yang mengungsi menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar. Bantuan dinilai masih belum menjangkau seluruh titik pengungsian.

Rumah Zakat membuka program penggalangan dana untuk membantu korban gempa NTT. Hingga informasi ini disusun, donasi yang terkumpul mencapai Rp1.445.288.819 dari 16.249 donatur, dengan minimal transaksi Rp50.000.

Wilayah Terdampak Meluas Lintas Provinsi

Peringatan dini tsunami tidak hanya berlaku untuk NTT. BMKG juga mengeluarkan peringatan serupa untuk NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Sejumlah wilayah pesisir di provinsi-provinsi tersebut diminta waspada terhadap potensi gelombang susulan.

Gempa dan tsunami kali ini menambah daftar bencana yang melanda kawasan timur Indonesia. Warga di daerah pesisir diminta tetap mengikuti arahan petugas dan menjauhi pantai hingga status peringatan dicabut.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: rumahzakat.org This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top