NUSA TENGGARA TIMUR — Rahmat Erwin Abdullah mempersembahkan medali emas kedua bagi Indonesia di Asian Games 2026 setelah menguasai kelas 75kg angkat besi dengan total angkatan 366kg. Lifter asal Makassar itu menuntaskan snatch 160kg dan clean and jerk 206kg, mengalahkan pesaing terketatnya dari Thailand dan Korea Utara.
Kompetisi angkat besi kelas 75kg Asian Games 2026 menjadi panggung pembuktian bagi Rahmat Erwin Abdullah. Total angkatan 366kg membawanya ke podium tertinggi, unggul atas Weeraphon Wichuma dari Thailand dan Chong Song Ri dari Korea Utara yang sejak awal diprediksi menjadi penantang utama.
Bagi PB PABSI dan pemerintah, emas ini menjawab target yang sejak lama dibebankan pada cabang angkat besi. Indonesia menutup persaingan kelas 75kg dengan satu medali emas, melengkapi emas pertama yang disumbang tim bulutangkis beregu putra.
Rahmat bukan nama yang muncul tiba-tiba. Ia menggeluti angkat besi secara serius sejak usia 15 tahun, meski baru debut empat tahun kemudian. Darah olahragawan mengalir dari kedua orang tuanya, Erwin Abdullah dan Ami Asun Budiono, yang sama-sama mantan atlet angkat besi dan menjadi pelatihnya hingga kini.
Di bawah asuhan orang tuanya, Rahmat mencetak medali emas Kejuaraan Asia Junior di Pyongyang pada 2019. Gelar itu dipertahankannya setahun kemudian di kelas dan event yang sama, membuka jalan menuju Pelatnas.
Lompatan besar terjadi pada 2021. Rahmat mulai menjajaki level senior di Islamic Solidarity Games, Kejuaraan Dunia, dan SEA Games. Hasilnya konsisten: medali perak dan emas di hampir setiap kejuaraan yang diikutinya.
Di Kejuaraan Dunia, ia mencatat juara dua kali berturut-turut pada 2021 dan 2022. Sementara di SEA Games, koleksinya mencapai tiga medali emas dari edisi 2019, 2021, dan 2023. Kejuaraan Asia juga menjadi wilayah kekuasaannya dengan gelar bertahan pada 2024 dan 2025.
Puncak karier awalnya terjadi di Olimpiade 2020 Tokyo, saat ia merebut medali perunggu. Capaian itu menempatkannya sebagai salah satu lifter andalan Indonesia di level dunia.
Perjalanan Rahmat tidak selalu mulus. Persaingan di Pelatnas, terutama dengan Rizki Juniansyah, kerap memaksanya menyesuaikan kelas pertandingan. Beberapa kali ia harus naik kelas karena kalah dalam seleksi internal.
Di Asian Games 2026, Rahmat tampil di kelas 75kg dan membuktikan diri sebagai yang terbaik. Emas ini menjadi yang kedua sepanjang keikutsertaannya di Asian Games, setelah sebelumnya naik podium tertinggi di kelas 73kg pada Asian Games 2022 di Hangzhou.
Dengan tambahan emas di kelas 75kg, Rahmat menegaskan posisinya sebagai lifter terkuat Asia di kelas tersebut dan memperkuat tradisi angkat besi Indonesia di panggung multievent.