KUPANG — Guncangan gempa susulan berkekuatan magnitudo 4,9 kembali dirasakan warga Flores dini hari. Pusat gempa berada di kedalaman 9 km pada koordinat 8,23° LS dan 120,31° BT, tepatnya di laut, 46 km utara Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Warga Manggarai Barat, Sunardi, mengaku terbangun dan langsung berlari keluar rumah saat guncangan terjadi. Hal serupa dialami Beni, warga lain di wilayah yang sama.
"Gempa terjadi lagi, goncangan yang begitu kuat. Kami semua lari keluar rumah," ujar Sunardi.
"Gempa lagi. Getaran kencang sekali," kata Beni.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menyatakan hasil pemodelan tsunami menunjukkan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang besar. Analisis BMKG menyebut gempa terjadi akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust.
"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Arief.
Menurut Arief, mekanisme sumber gempa menunjukkan pergerakan naik atau thrust. Jenisnya tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar di kawasan tersebut.
Gempa M 4,9 ini merupakan rangkaian susulan dari gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus lalu. Hingga 26 September 2026 pukul 00:00 WIB, BMKG mencatat 18.295 aktivitas gempa susulan.
Dari ribuan gempa susulan itu, magnitudo terbesar yang tercatat mencapai M 6,2. Jumlah ini menunjukkan aktivitas seismik di zona Flores masih berlangsung intensif lebih dari sebulan setelah gempa utama.
Meski gempa kali ini tidak berpotensi tsunami, warga di Manggarai dan Manggarai Barat diminta tetap siaga. Wilayah tersebut berada di zona pertemuan lempeng yang aktif memicu gempa dangkal.
BMKG terus memantau perkembangan aktivitas gempa susulan di Flores. Warga diimbau mengikuti informasi resmi dan tidak terpancing kabar yang belum terverifikasi.