NUSA TENGGARA TIMUR — PT Federal International Finance (FIFGROUP) menyalurkan pembiayaan Rp 30,099 triliun hingga Juli 2026, tumbuh 6,8% secara tahunan di tengah tekanan industri pembiayaan. Volume pembiayaan grup Astra ini menembus 2,02 juta unit, naik 3,6% dari 1,95 juta unit pada periode yang sama tahun lalu.
Direktur FIFGROUP Daniel Hartono menyebut pertumbuhan nilai pembiayaan tahun ini melampaui ekspektasi awal perseroan. Pencapaian itu ditopang permintaan kredit sepeda motor yang belum surut meski daya beli masyarakat menghadapi tekanan.
"Tahun ini kita syukur alhamdulillahnya kita berhasil kalau amount financed kita masih mengalami kenaikan yaitu 8,8%. Jadi total itu di angka Rp 30,09 triliun," kata Daniel dalam acara Astra Media Day di Menara Astra, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Pembiayaan sepeda motor baru masih mendominasi portofolio FIFGROUP dengan porsi di atas 70%. Lini Danastra menyumbang sekitar 22% dari pembiayaan dana tunai, sedangkan Spektra mengambil porsi 1,9% untuk pembiayaan elektronik.
Dari sisi unit booking, total pembiayaan perseroan telah menembus 2 juta unit. Angka itu mencakup sepeda motor baru, dana tunai, Spektra, hingga pembiayaan haji dan umrah.
Pembiayaan roda dua FIFGROUP mencapai Rp 28,8 triliun hingga Juli 2026, tumbuh 6,7% secara tahunan. Pangsa pasarnya tercatat 41,1% untuk kendaraan baru dan bekas.
Data Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) menunjukkan pembiayaan roda dua industri hanya tumbuh 0,7% secara tahunan menjadi Rp 69,9 triliun hingga Juli 2026. Artinya, pertumbuhan FIFGROUP jauh melampaui rata-rata industri.
Kinerja itu membuat posisi FIFGROUP sebagai pemain terbesar di segmen pembiayaan sepeda motor semakin sulit dikejar pesaing. Pangsa pasar 41,1% memberi ruang bagi perseroan untuk menekan biaya pendanaan dan memperkuat jaringan dealer.
Selain pembiayaan, FIFGROUP mencatat aset layanan bersih atau net service asset tumbuh 10,2% menjadi Rp 55,19 triliun hingga Juli 2026. Pertumbuhan aset ini menandakan portofolio pembiayaan yang dikelola perseroan semakin besar.
"Kalau secara aset kita di angka Rp 55,2 triliun. Jadi as of bisa dikatakan di bulan Juli 2026," jelas Daniel.
Kenaikan aset layanan bersih sejalan dengan bertambahnya volume pembiayaan baru. Bagi investor, pertumbuhan aset ini menjadi indikator awal kemampuan perseroan mencetak pendapatan bunga di periode berikutnya.
Pertumbuhan pembiayaan FIFGROUP yang menembus 6,8% datang saat industri hanya tumbuh 0,7%. Kesenjangan itu menunjukkan perseroan berhasil merebut pangsa pasar dari kompetitor, bukan sekadar menumpang pemulihan pasar.
Namun, tantangan industri masih membayangi. Tekanan daya beli dan persaingan suku bunga pendanaan bisa menggerus margin pembiayaan di semester kedua 2026. Kualitas kredit menjadi kunci menjaga profitabilitas di tengah ekspansi volume.
FIFGROUP belum membeberkan proyeksi pembiayaan hingga akhir 2026. Yang jelas, capaian Rp 30,09 triliun per Juli sudah menempatkan perseroan pada jalur pertumbuhan positif dibandingkan periode yang sama tahun lalu.