16 Suster RVM di Kupang Rayakan Pesta Perak 25 Tahun Mengabdi, Misa Syukur Dipimpin Uskup Pakaenoni

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:41:31 WIB
suster RVM Distrik Indonesia merayakan Pesta Perak 25 tahun hidup membiara di Kupang, NTT.

Sebanyak 16 suster Kongregasi Religious of the Virgin Mary (RVM) Distrik Indonesia akan menggelar Pesta Perak memperingati 25 tahun hidup membiara di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Perayaan ini menjadi momentum refleksi dan syukur atas perjalanan panggilan serta pelayanan mereka selama seperempat abad. Rangkaian puncak perayaan berupa Misa Ekaristi Syukur yang dipimpin langsung oleh Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, Pr.

KUPANG — Seperempat abad bukan waktu singkat untuk konsisten menekuni sebuah panggilan hidup. Itulah yang tengah dirayakan oleh 16 suster Kongregasi Religious of the Virgin Mary (RVM) Distrik Indonesia yang menginjak masa bhakti 25 tahun.

Perayaan Pesta Perak ini akan dipusatkan di Gereja Santa Maria Assumpta, Kota Baru, Kota Kupang, pada Jumat (21/8/2026) pukul 16.00 Wita. Misa syukur tersebut akan dipimpin oleh Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, Pr.

Momentum Syukur di Tengah Suka dan Duka Pelayanan

Para suster yang merayakan pesta perak berasal dari berbagai latar belakang daerah, namun disatukan dalam satu ikatan kongregasi. Mereka adalah Sr. Maria Kristina Uba Bataona, Sr. Maria Marselina Yenny Gambe, Sr. Maria Angelina Kero, Sr. Maria Agnes Laa, dan Sr. Maria Justina Jose Lopes.

Bergabung pula Sr. Maria Rosina Manbait, Sr. Maria Amanda Nahak, Sr. Maria Ludgardis Namang, Sr. Maria Yuliana Natun, Sr. Maria Rofina Inna Papa, serta Sr. Maria Marta Pau. Nama lainnya ialah Sr. Maria Agustina Mariana Rona, Sr. Maria Monika Seran, Sr. Maria Dorothea Tlaan, dan Sr. Maria Ernailinda Ukat.

Kesetiaan Seperempat Abad Bukan Sekadar Hitungan Waktu

Menurut Sr. Maria Agustina Rona, RVM, perjalanan 25 tahun hidup membiara diwarnai berbagai pengalaman, baik suka maupun duka. Namun, semua itu justru menjadi bagian tak terpisahkan dari proses pendewasaan panggilan dan penguatan komitmen pelayanan.

"Pesta perak ini menjadi kesempatan bagi kami untuk bersyukur atas penyertaan Tuhan selama 25 tahun menjalani panggilan hidup membiara. Banyak pengalaman yang kami lalui, baik suka maupun duka, tetapi semuanya menjadi bagian dari perjalanan panggilan dan pelayanan," katanya.

Ia menegaskan bahwa esensi perayaan ini bukanlah sekadar bertambahnya angka tahun, melainkan bagaimana konsistensi menjalankan panggilan tetap terjaga. Kerendahan hati dan kesiapan melayani disebut sebagai kunci utama bertahan dalam kehidupan membiara.

"Yang paling penting bukan hanya sudah berapa lama kami hidup membiara, tetapi bagaimana selama perjalanan itu kami tetap setia menjalankan panggilan dan memberikan diri untuk melayani sesama," ujarnya.

Doa dan Dukungan Umat Menjadi Bagian Perayaan

Perayaan Pesta Perak ini tidak dimaknai sebagai hajatan pribadi para suster semata. Lebih dari itu, momen ini menjadi ungkapan syukur bersama komunitas dan masyarakat yang selama ini terlibat dalam karya pelayanan mereka.

Kehadiran para imam, biarawan-biarawati, keluarga, serta umat di sekitar Gereja Santa Maria Assumpta dinantikan menjadi bagian penting dari perayaan. RVM Distrik Indonesia dalam undangannya menyampaikan bahwa kehadiran para tamu merupakan kebahagiaan tersendiri bagi para suster yang tengah berbahagia.

Dengan bertambahnya usia bhakti ini, para suster diharapkan semakin diperbarui semangat pengabdiannya. Pesta perak menjadi titik tolak untuk melanjutkan perjalanan panggilan dengan membawa bekal pengalaman dan kasih yang telah dipupuk selama 25 tahun terakhir.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: flobamora-spot.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top