LABUAN BAJO — Tim dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Manggarai Barat turun langsung meninjau lokasi terdampak gempa untuk memastikan keselamatan warga dan menyusun laporan kerusakan secara berjenjang. Kepala Kantor Kemenag Manggarai Barat, Fransiskus Xaverius Adi, memimpin langsung peninjauan ke sejumlah titik, termasuk Pura Agung Giri Segara Labuan Bajo, MTsN 2 Manggarai Barat, Masjid Darul Ilmi, serta rumah dinas ASN Kemenag yang ikut rusak.
"Prioritas kami adalah memastikan keselamatan umat, murid, guru, dan ASN, sekaligus menghimpun data kerusakan rumah ibadah serta madrasah secara akurat untuk dilaporkan secara berjenjang," kata Fransiskus dalam keterangan yang diterima di Kupang, Selasa.
Berdasarkan laporan sementara, kerusakan tersebar di enam kecamatan. Selain Pura Agung Giri Segara, sejumlah gereja dan stasi di wilayah Ndoso, Kuwus, Sanonggoang, Mbeliling, Komodo, dan Boleng juga dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda.
Untuk fasilitas ibadah umat Muslim, setidaknya delapan masjid terdampak. Beberapa di antaranya adalah Masjid Darul Ilmi di lingkungan MTsN 2 Mabar, Masjid Uswatun Karimah Warsawe, Masjid Al Huda Rangko, serta Masjid Ibnu Samir Daleng. Selain itu, Masjid Al Muttakin Tureng, Masjid Al-Munawwarah Terang, Masjid Baiturrahman, dan Masjid Nurul Amin Translok juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Dari sektor pendidikan, MTsN 2 Manggarai Barat menjadi yang paling terdampak. Sejumlah bagian bangunan rusak, mulai dari plafon teras ruang kelas lantai dua gedung SBSN, satu ruang kelas SBSN, ruang guru, ruang kelas, ruang UKS, hingga peralatan jaringan dan kelistrikan. Demi keselamatan murid dan guru, proses belajar mengajar untuk sementara dipindahkan ke ruang kelas lain yang dinilai lebih aman.
Kerusakan juga terjadi di MIN 1 Manggarai Barat pada bagian plafon. Sementara itu, MIS Al-Hidayah Pulau Kukusan mengalami kerusakan pada ruang kelas sehingga tidak dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran.
Fransiskus menyampaikan keprihatinan mendalam kepada umat, pengelola rumah ibadah, warga madrasah, dan ASN yang terdampak. Ia menegaskan data yang dihimpun saat ini masih terus diperbarui dan diverifikasi karena sebagian wilayah belum dapat dikonfirmasi secara optimal akibat kendala komunikasi.
"Kemenag Manggarai Barat juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau berpotensi tidak stabil, serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan otoritas terkait," ujarnya.
Laporan yang telah diverifikasi akan disampaikan ke Kanwil Kemenag NTT dan Kementerian Agama sebagai dasar penanganan lebih lanjut. Sementara itu, BPBD NTT mencatat gempa di Flores telah merusak 7.968 rumah serta 744 fasilitas umum dan infrastruktur. BNPB mengidentifikasi 68 korban jiwa akibat bencana ini.