KUPANG — PT Pelni kembali membuka layanan kapal laut untuk rute Surabaya menuju Balikpapan pada Agustus 2026. KM Dorolonda dijadwalkan berangkat dari Tanjung Perak Surabaya pada 21 Agustus 2026, melayani penumpang yang hendak menyeberang ke Kalimantan Timur dengan waktu tempuh sekitar dua hari.
Kapal ini menjadi salah satu pilihan transportasi alternatif bagi warga Nusa Tenggara Timur yang hendak merantau atau kembali bekerja di Balikpapan, mengingat tarifnya yang lebih terjangkau dibandingkan tiket pesawat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, KM Dorolonda akan bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pada Jumat, 21 Agustus 2026. Kapal dijadwalkan tiba di Pelabuhan Balikpapan pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Perjalanan laut ini menempuh jarak sekitar 1.000 kilometer melintasi Selat Makassar. Bagi calon penumpang, disarankan tiba di pelabuhan minimal dua jam sebelum kapal berangkat untuk proses boarding dan pemeriksaan tiket.
KM Dorolonda mengusung kapasitas angkut ribuan penumpang dengan beberapa kelas layanan. Mulai dari kelas ekonomi dengan tempat duduk yang bisa direbahkan, hingga kelas eksekutif yang menyediakan kabin pribadi dengan tempat tidur.
Seluruh kelas penumpang mendapat akses ke kantin, musala, dan ruang kesehatan. Kapal ini juga dilengkapi area bermain anak serta ruang laktasi untuk ibu menyusui.
Pemesanan tiket KM Dorolonda dapat dilakukan melalui aplikasi resmi Pelni, situs web pelni.co.id, atau langsung di loket pelabuhan. Pembelian tiket biasanya dibuka mulai 30 hari sebelum jadwal keberangkatan.
Harga tiket kelas ekonomi untuk rute ini diprediksi mulai dari Rp 350 ribu hingga Rp 500 ribu per orang, tergantung ketersediaan dan musim perjalanan. Penumpang diimbau membawa kartu identitas asli dan memastikan nama di tiket sesuai dengan dokumen perjalanan.
Bagi warga NTT yang hendak menggunakan jasa kapal ini, ada beberapa hal yang perlu disiapkan. Pertama, pastikan membawa obat pribadi karena apotek di kapal hanya menyediakan obat-obatan umum.
Kedua, siapkan uang tunai secukupnya. Meski kapal menyediakan kantin, jaringan internet di tengah laut kerap tidak stabil sehingga transaksi digital bisa terhambat.
Terakhir, bawa jaket atau selimut tipis. Suhu di dalam kapal, terutama saat malam hari, bisa terasa dingin karena hembusan angin laut.