ALOR — Pemerintah pusat mengirimkan sinyal kuat untuk membangkitkan sektor pertanian di wilayah kepulauan. Dalam kunjungan kerjanya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berkomitmen mempercepat pembangunan pertanian di Kabupaten Alor dengan menyerahkan langsung sejumlah alat dan mesin pertanian kepada masyarakat.
Setidaknya ada tambahan 10 unit traktor roda dua yang akan menyusul lima unit yang sudah diterima sebelumnya. Selain itu, Kementerian Pertanian juga menambah 10 unit pompa air setelah tahap awal 10 unit telah disalurkan.
Dukungan tidak berhenti pada alat berat. Kementerian Pertanian memberikan tambahan bibit unggul untuk menggenjot produksi perkebunan, yakni 1.000 bibit kelapa, 1.000 bibit jambu mete, dan 500 bibit kakao.
Komoditas ini dinilai strategis untuk mendorong perekonomian warga. "Solusi tercepat adalah pertanian. Karena itu kita harus mengirimkan benih yang kompetitif," tegas Mentan Amran saat meninjau lokasi pembibitan kakao.
Pemerintah memasang target ambisius untuk Kabupaten Alor. "Target kita kemiskinan di bawah 10 persen. Kalau bisa sampai 5 persen," ujarnya.
Namun, target tersebut terganjal persoalan klasik: kekeringan. Sejumlah bendungan dan jaringan irigasi di Alor rusak diterjang bencana Seroja, membuat sumber air makin terbatas saat musim kemarau. Petani dari Desa Vanating dan Desa Petleng menyuarakan langsung kebutuhan perbaikan bendungan serta irigasi tersier dan sekunder kepada menteri.
Menanggapi hal itu, Mentan berjanji meneruskan persoalan ini ke Menteri Pekerjaan Umum. "Kalau kita mau meningkatkan produksi, air harus tersedia," tegasnya. Pembangunan sumur bor dan infrastruktur irigasi menjadi opsi yang dijanjikan untuk segera ditindaklanjuti.
Dengan jaminan air yang akan dipulihkan, pemerintah langsung menginstruksikan perluasan lahan pertanian. Untuk padi, bibit akan disiapkan untuk lahan seluas 1.000–2.000 hektare.
Sementara itu, pengembangan jagung yang saat ini berjalan di sekitar 2.500 hektare akan ditambah sekitar 1.000 hektare melalui dukungan Pemerintah Provinsi NTT. Target jambu mete juga dipatok mencapai 10.000 tanaman, di samping penguatan komoditas kakao dan kelapa.
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyambut baik langkah pemerintah pusat ini. Ia menyebut kehadiran Menteri Pertanian di Alor sebagai bukti nyata perhatian terhadap daerah kepulauan.
"Atas nama Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Alor dan seluruh masyarakat Alor, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian atas perhatian dan dukungannya," ujar Wagub.
Ia menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh bantuan agar tepat sasaran. "Mari kita ubah nasib saudara-saudara kita di Alor melalui pertanian," ajaknya.
Rangkaian kunjungan diakhiri dengan penyerahan bantuan kepada keluarga miskin di Desa Lembur Barat. Langkah ini menegaskan bahwa program pertanian tidak berjalan sendiri, melainkan terintegrasi dengan upaya pengentasan kemiskinan secara langsung.
Pesan yang dibawa dari Alor kali ini sederhana: potensi pertanian harus berbanding lurus dengan kesejahteraan. Dengan bibit, alat, air, dan pengawalan pemerintah, warga Alor didorong untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi.