KUPANG — Kolaborasi ini melibatkan BTN, PLN, dan para pengembang perumahan. Tujuannya, memastikan jaringan listrik tersedia begitu rumah siap dihuni, bukan setelah penghuni menunggu berbulan-bulan.
Branch Manager BTN Kantor Cabang Kupang, Galang Nasution, menegaskan bahwa dukungan perbankan tidak berhenti pada penyaluran kredit kepemilikan rumah (KPR).
"BTN tidak hanya memberikan fasilitas pembiayaan perumahan, tetapi juga mendukung ekosistem perumahan, termasuk layanan kelistrikan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat," katanya di Kupang, Rabu.
Bagi PLN, perjanjian ini menjawab persoalan klasik yang selama ini menghambat pembangunan jaringan di kompleks perumahan. Sering kali, PLN sudah membangun infrastruktur, tetapi rumah belum laku terjual atau belum dihuni. Akibatnya, investasi tidak langsung menghasilkan.
Manajer PLN UP3 Kupang, Nikolas Denis Adrian, menyebut kerja sama ini memberi kepastian bagi pihaknya untuk mulai merealisasikan investasi pembangunan jaringan listrik di perumahan subsidi.
"Dengan adanya perjanjian kerja sama ini, PLN memiliki kepastian untuk mulai berinvestasi membangun jaringan listrik sesuai ketentuan yang telah disepakati," ujarnya.
Persoalan rumah terjual namun belum dialiri listrik memang kerap dikeluhkan warga. Melalui kesepakatan ini, diharapkan masyarakat sudah bisa menikmati layanan listrik sejak awal menempati hunian.
Direktur PT Aruna Properti Mandiri, Desima B. Ninef, menyambut baik kolaborasi ini. Pihaknya memiliki sejumlah rumah yang sudah dihuni, tetapi jaringan listriknya belum masuk.
"Beberapa rumah sudah ditempati, tetapi masih belum memiliki jaringan listrik. Kami berharap setelah kerja sama ini, layanan listrik segera tersedia bagi para penghuni," kata Desima.
Kerja sama ini menjadi sinyal positif bagi pengembangan sektor properti di NTT. Dengan adanya kepastian pasokan listrik, daya tarik perumahan subsidi diharapkan meningkat, sekaligus mempercepat realisasi Program Tiga Juta Rumah di daerah.