Jamshedpur FC Mundur dari ISL, Tata Steel Putus Liga India Kehilangan Pilar Sejarah

Penulis: Aditya Nugraha  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 02:00:32 WIB
Kru Jamshedpur FC berfoto bersama trofi ISL Shield 2022 sebelum klub resmi mundur dari kompetisi.

NUSA TENGGARA TIMUR — Kabar penarikan diri Jamshedpur FC tak hanya mengejutkan publik Jharkhand, tetapi juga mengguncang struktur kompetisi yang baru saja melewati musim kacau. Musim lalu, ISL bahkan baru bergulir setelah tertunda lima bulan dan hanya berlangsung 13 pertandingan. Harapan bahwa musim anyar yang dijadwalkan mulai 4 September akan menjadi titik balik, kini sirna seketika.

Bukan Soal Uang, tapi Model Bisnis Baru ISL

Manajemen Tata Steel menegaskan keputusan ini murni untuk fokus pada pengembangan sepak bola akar rumput. Wakil Presiden Tata Steel sekaligus Ketua Jamshedpur FC, Sundara Ramam, membantah isu finansial menjadi alasan. "Anggaran olahraga kami tidak berkurang, justru akan terus bertambah. Sumber daya yang tadinya untuk klub akan dialihkan ke pembinaan usia muda," ujarnya kepada Guardian.

Namun, seorang staf internal klub yang enggan disebut namanya membocorkan alasan berbeda. Ia menyebut kekhawatiran Tata terhadap model kompetisi baru yang digawangi klub-klub ISL. Setelah kontrak komersial federasi (AIFF) dengan Reliance Industries berakhir pada 2025, klub-klub kini memegang hak siar dan sponsor secara mandiri. Konsekuensinya, setiap klub diwajibkan membayar komitmen awal sekitar Rp 900 juta kepada AIFF sebelum 31 Juli—tepat di hari pengumuman mundurnya Jamshedpur.

Kekhawatiran Terbesar: Efek Domino Kepercayaan Korporat

Kepergian Jamshedpur bukan kasus pertama. Sebelumnya, City Football Group telah meninggalkan Mumbai City FC pada Desember lalu, di tengah kekacauan musim sebelumnya. Kini Tata Steel menyusul, menciptakan tren yang mengkhawatirkan.

Baljit Rihal dari Inventive Sports, agen yang membawa Steve Coppell melatih Jamshedpur pada 2017, menilai situasi ini sebagai sinyal bahaya. "Tata adalah institusi dengan sejarah sepak bola selama puluhan tahun. Ketika mereka memutuskan mundur dari level tertinggi, itu menunjukkan ada masalah serius dalam tata kelola liga," tegasnya. "Kepergian mereka secara kolektif mewakili hilangnya kepercayaan besar terhadap sepak bola profesional India."

Permohonan Terakhir Para Pemain dan Legenda

Permohonan menyentuh datang dari kapten Pratik Chaudhari melalui video. "Kami mohon, pikirkan kembali keputusan ini. Ini bukan hanya kehilangan bagi sepak bola India, tetapi juga bagi seluruh negeri," katanya dengan mata berkaca-kaca. Para penggemar klub yang pernah menjuarai ISL Shield 2022 itu pun turun ke jalan berunjuk rasa.

Legenda nasional Sunil Chhetri tak kuasa menahan kekecewaannya. Ia menyebut keputusan Tata Steel sebagai "punch to the gut" atau pukulan telak di ulu hati. "Jika ini benar-benar terjadi, ini kehilangan besar bagi seluruh India," ujarnya menambahkan suaranya pada petisi daring yang digagas suporter.

Nasib 13 Klub Tersisa dan Masa Depan Kompetisi

Dengan mundurnya Jamshedpur, ISL kini hanya menyisakan 13 klub. Pertanyaan besarnya, akankah ada yang menyusul? Rihal mengingatkan bahwa meski sepak bola India bisa pulih, tantangan yang dihadapi sangat berat. "Prioritas utama saat ini adalah nasib para pemain dan staf yang terkena dampak, lalu kejelasan struktur liga. Para pemain dan suporter tidak bisa terus hidup dalam ketidakpastian seperti ini," pungkasnya.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top