NUSA TENGGARA TIMUR — Changan resmi memperkenalkan Nevo Q05 ke pasar Indonesia melalui acara tertutup di Tangerang. Kami mendapat kesempatan melakukan hands-on singkat pada SUV listrik lima penumpang ini. Perlu dicatat, pengalaman kami terbatas pada kondisi statis dan putaran pendek di area terbatas. Ulasan ini berfokus pada desain, kabin, dan kesan awal—bukan verdict final soal performa berkendara.
Dari luar, Q05 tidak mencoba tampil agresif. Desainnya justru terasa aman dan mudah diterima sebagai kendaraan keluarga. Wajah depannya bersih tanpa gril besar, khas mobil listrik, dengan DRL tipis di atas dan lampu utama yang dipindah ke area bumper.
Profil sampingnya yang paling menarik. Berkat wheelbase 2.735 mm—hampir setara dengan SUV segmen lebih besar—proporsinya terlihat panjang dan stabil. Gagang pintu semi-tersembunyi dan pelek aerodinamis memperkuat identitas EV-nya. Bagian belakang tampil sederhana dengan lampu horizontal yang menyambung dari kiri ke kanan.
Desain ini memang tidak akan membuat orang menoleh, tetapi justru itu poinnya. Changan memilih jalan aman: bentuk familiar dengan aksen EV secukupnya.
Masuk ke kabin, ceritanya langsung berubah. Interior Q05 terasa lebih premium dan modern dibanding eksteriornya. Dashboard horizontal yang minim tombol fisik langsung mengarahkan perhatian ke layar sentuh 15,6 inci resolusi 2.5K di tengah. Panel instrumen digitalnya berukuran 10,17 inci di depan pengemudi.
Yang paling mengesankan adalah ruang kabin. Dengan wheelbase 2.735 mm dan lantai yang relatif rata, ruang kaki penumpang belakang sangat lega untuk kelasnya. Bantalan joknya tebal dan empuk, dan posisi duduk pengemudi masih cukup tinggi—karakter SUV-nya tidak hilang meski baterai tertanam di bawah lantai.
Changan mengklaim kapasitas bagasi mencapai 540 liter, yang bisa diperluas hingga sekitar 1.380 liter setelah kursi baris kedua dilipat. Untuk konteks, angka tersebut cukup kompetitif untuk menemani perjalanan akhir pekan sekeluarga.
Fitur paling menarik justru ada di kursi penumpang depan. Pada varian tinggi yang dipasarkan di China, kursi ini bisa direbahkan hingga 165 derajat dan dilengkapi leg rest, pemanas, ventilasi, hingga fungsi pijat. Ini menjadikannya semacam kursi santai saat mobil sedang mengisi daya atau berhenti.
Layar tengahnya juga responsif saat kami coba berpindah menu. Chipset otomotif 4 nm yang digunakan membuat antarmuka terasa cukup cepat. Ambient light hingga 256 warna turut memperkaya atmosfer kabin di malam hari.
Kekurangan paling jelas dari Q05 adalah minimnya tombol fisik. Hampir semua pengaturan, termasuk AC, harus diakses melalui layar sentuh. Ini akan memakan waktu adaptasi, terutama bagi pengemudi yang terbiasa dengan kontrol konvensional. Saat berkendara, mengubah suhu atau volume tanpa melihat layar akan menjadi tantangan tersendiri.
Kami juga belum bisa menguji konsumsi energi dan range real-world. Klaim pabrikan biasanya berbeda dengan kondisi jalanan Indonesia yang macet dan bersuhu panas. Begitu pula dengan kualitas berkendara—perlu pengujian lebih lama untuk menilai bagaimana suspensi meredam jalan rusak.
Changan Nevo Q05 datang dengan paket yang menarik di atas kertas: ruang kabin lega, fitur premium, dan desain yang tidak kontroversial. Namun, daya tarik utamanya akan sangat bergantung pada harga jual resmi di Indonesia. Jika diposisikan kompetitif, Q05 bisa menjadi alternatif serius di segmen SUV listrik kompak.
Yang Perlu Diperhatikan: