MANGGARAI — Destinasi wisata budaya Wae Rebo di Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, NTT, kembali beroperasi setelah ditutup sementara karena cuaca buruk. Penutupan berlangsung hingga akhir Juli 2026, dan sejak Sabtu (1/8/2026) kampung adat di pegunungan itu telah menerima wisatawan kembali.
Pengelola Lembaga Pelestari Wae Rejo, Benjamin Semandu, mengingatkan calon pengunjung untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang. Salah satu hal krusial adalah waktu memulai pendakian menuju kampung yang berada di ketinggian tersebut.
"Demi alasan keamanan, pendakian harus dimulai sebelum jam 16.00 Wita untuk tamu menginap, dan sebelum jam 12.00 Wita untuk pengunjung harian," kata Benjamin kepada Kompas.com, Senin (3/8/2026).
Calon wisatawan wajib mendaftar dan melunasi pembayaran di Pusat Informasi Wisata Waerebo (TIC) yang berlokasi di Desa Kombo sebelum memulai trekking. Berikut rincian biaya yang perlu disiapkan:
Benjamin menegaskan, pengunjung harus mengenakan pakaian sopan selama berada di kawasan kampung sebagai bentuk penghormatan terhadap adat istiadat masyarakat setempat. Pelanggaran terhadap aturan ini dapat menyinggung warga lokal.
Selain itu, wisatawan perlu membawa uang tunai yang cukup. Fasilitas mesin kartu dan ATM tidak tersedia di kampung tersebut, sehingga seluruh transaksi selama berada di Wae Rebo hanya dapat dilakukan menggunakan uang fisik.
Pembukaan kembali Wae Rebo menjadi kabar baik bagi pelaku wisata lokal di Manggarai yang terdampak penutupan selama sebulan terakhir. Destinasi ini dikenal dengan keunikan rumah adat Mbaru Niang yang berbentuk kerucut dan telah menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.