PORDASI Pacu Siapkan 20 Joki Berlisensi Nasional untuk PON XXII 2028, Sertifikasi Digelar di Sumba Barat Agustus Ini

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 15:35:01 WIB
Pelatihan dan sertifikasi joki berlisensi nasional untuk PON XXII 2028 dijadwalkan berlangsung di Sumba Barat pada 15–16 Agustus 2026.

WAIKABUBAK — Empat tahun menuju PON XXII 2028, Federasi Nasional PORDASI Pacu tidak hanya fokus pada pembinaan kuda dan atlet. Mereka mulai membangun fondasi sumber daya manusia dengan mencetak perangkat pertandingan berstandar nasional, mulai dari steward, pelatih, hingga joki yang memiliki lisensi resmi.

Pelatihan dan sertifikasi ini dijadwalkan berlangsung pada 15–16 Agustus 2026 di Gelanggang Pacuan Kuda Gelora Pada Eweta, Waikabubak. Kegiatan ini menjadi gerbang wajib bagi siapa pun yang ingin terlibat dalam pacuan kuda di ajang empat tahunan tersebut.

Lisensi Jadi Syarat Mutlak di PON XXII 2028

Direktur Pacu Tradisional PP Federasi Nasional PORDASI Pacu, Ir. Aguspen Adnan, menegaskan bahwa regulasi ini tidak bisa ditawar. Standarisasi perangkat pertandingan merupakan syarat utama agar seluruh kejuaraan berjalan sesuai regulasi olahraga prestasi di bawah pembinaan KONI.

“Hanya pelatih dan joki yang memiliki lisensi nasional yang dapat mengikuti pertandingan berkuda pacu di PON. Karena itu, seluruh provinsi harus mulai menyiapkan perangkatnya sejak sekarang,” ujar Aguspen, Senin (3/8/2026).

Kebutuhan Joki Capai 20 Atlet untuk Tuan Rumah

Kebutuhan ini bukan angka kecil. Berdasarkan proyeksi panitia, provinsi tuan rumah membutuhkan sedikitnya 20 atlet joki, terdiri dari 10 joki berpelana dengan berat badan 48–52 kilogram dan 10 joki nonpelana.

Perhitungan ini mengacu pada peluang setiap provinsi meloloskan hingga tiga ekor kuda di setiap kelas final. Dengan asumsi satu joki maksimal menunggangi tiga ekor kuda, regenerasi atlet harus dimulai sejak sekarang.

Instruktur Berpengalaman dari Arena Derby hingga PON

Untuk menjamin kualitas, PP FN PORDASI Pacu menerjunkan empat instruktur yang malang melintang di dunia pacuan kuda nasional. Mereka adalah Wahono AT, pelatih peraih gelar Indonesia Derby Pulomas Jakarta sekaligus mantan Ketua Dewan Steward Indonesia; Sumitro, anggota Dewan Steward PP FN PORDASI Pacu yang bertugas di PON XXI Aceh-Sumut 2024; Hari Wibowo; serta Prasetyo Oenhandjiono, akademisi dan presenter pacuan kuda.

Ketua Pengprov FN PORDASI Pacu NTT, Dr. Umbu Rudi Kabunang, menyebut pelatihan ini sebagai kebutuhan mendesak. Pihaknya menggratiskan biaya pelatihan bagi seluruh peserta asal NTT sebagai investasi jangka panjang daerah.

“Kami ingin NTT tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga memiliki perangkat pertandingan dan sumber daya manusia yang memenuhi standar nasional,” kata Umbu Rudi.

Road to PON: Kejurda hingga Kejurnas di Sumba Barat

Setelah sertifikasi rampung, agenda berlanjut ke Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda Road to PON XXII 2028 pada 21–31 Agustus 2026 di gelanggang yang sama. Kejuaraan ini menjadi agenda resmi pembinaan KONI sekaligus proses seleksi menuju PON.

Program serupa sebelumnya telah berjalan di sejumlah daerah, seperti Coban Joyo, Pasuruan (2022), Bantul (2023), Kandi Sawahlunto, Sumatera Barat (2023), serta Takengon, Aceh Tengah (2024). Pada PON XXII 2028 nanti, sebanyak 20 kelas pacuan akan dipertandingkan, terdiri dari 10 kelas berpelana dan 10 kelas nonpelana.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: selatanindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top