KUPANG — Kepercayaan memimpin prosesi sakral penurunan bendera pada penutupan Jamda X Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Nusa Tenggara Timur jatuh kepada Fatir Karmawan, peserta asal Kabupaten Lembata. Upacara penutupan berlangsung di Bumi Perkemahan Fatubena, Kota Kupang.
Fatir tidak mendapatkan posisi tersebut secara instan. Ia melewati seleksi ketat dan objektif yang menilai sejumlah aspek, mulai dari postur tubuh proporsional, volume suara, ketegasan, hingga kewibawaan saat memimpin pasukan.
Dari seluruh peserta Jamda X yang mengikuti seleksi, Fatir dinilai memenuhi semua kriteria yang dipersyaratkan panitia. Kemampuannya dalam memberikan aba-aba yang lantang dan jelas menjadi nilai tambah utama.
Kesiapan Fatir tidak lepas dari latihan konsisten di Gudep 06.001/06.002 Pangkalan MTs Negeri 2 Lembata. Gugus depan ini dikenal aktif membentuk karakter dan kedisiplinan Pramuka Penggalang.
Saat memimpin pasukan penurunan bendera, Fatir tampil percaya diri dan tegas. Aba-aba yang disampaikan terdengar mantap sehingga seluruh rangkaian upacara berjalan tertib dan khidmat.
Penampilannya mendapat apresiasi dari para pembina, peserta, maupun panitia Jamda X. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Lembata.
Pembinaan berkesinambungan dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Lembata menjadi faktor penting dalam mempersiapkan peserta menghadapi berbagai agenda selama jambore. Dukungan ini dinilai berhasil melahirkan kader yang siap bersaing di tingkat provinsi.
Pencapaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi anggota Pramuka di Lembata untuk terus mengembangkan potensi diri dan kemampuan kepemimpinan. Melalui pembinaan terarah dan kerja sama solid antara gugus depan dan kwartir, lahir kader muda yang siap menjadi teladan.