Pompa Surya Kementerian PU Selamatkan 250 Hektare Sawah Majalengka dari Kekeringan

Penulis: Chandra Kusuma  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 12:09:31 WIB
Pompa air bertenaga surya yang dioperasikan Kementerian PU memasok irigasi untuk 250 hektare sawah di Desa Leuweunghapit, Majalengka.

NUSA TENGGARA TIMUR — Desa Leuweunghapit, Kecamatan Ligung, Majalengka, sempat berada di ujung tanduk. Jaringan irigasi yang selama ini mengandalkan gravitasi mulai mati seiring turunnya muka air sungai di musim kemarau. Ratusan hektare sawah warga terancam puso sebelum akhirnya Kementerian PU memutar otak dengan menghadirkan solusi berbasis energi terbarukan.

Pompa air bertenaga surya itu kini menjadi pemasok utama air irigasi untuk lahan seluas 250 hektare. Sistem ini mengambil air dari titik yang masih memiliki debit, lalu mendistribusikannya ke jaringan irigasi yang sudah tidak mampu mengalir secara alami. Kapasitas pompanya mencapai 150–400 liter per menit.

Biaya Operasional Lebih Murah, Tak Bergantung BBM

Pilihan memakai tenaga surya bukan tanpa alasan. Intensitas matahari yang tinggi justru menjadi keunggulan saat kemarau — energi gratis yang bisa menggerakkan pompa tanpa harus membeli bahan bakar minyak. Biaya operasional pun jauh lebih hemat dibandingkan pompa berbasis BBM.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan infrastruktur ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan instrumen penting dalam menjaga pasokan pangan.

"Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim," ujar Dody dalam keterangan tertulis, Senin (3/8).

Respons Cepat BBWS Cimanuk Cisanggarung

Pengoperasian pompa ini berawal dari permohonan resmi Pemerintah Kabupaten Majalengka ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung. Kekeringan yang meluas membuat sawah-sawah di Desa Leuweunghapit mulai retak dan tanaman padi kehilangan pasokan air di fase pertumbuhan kritis.

Bupati Majalengka Eman Suherman mengapresiasi gerak cepat BBWS yang langsung turun ke lapangan. Menurutnya, solusi darurat ini penting, tapi penanganan jangka panjang tetap harus dipikirkan agar kejadian serupa tak terulang setiap musim kemarau.

"Saya meminta BBWS menyiapkan solusi jangka pendek sekaligus memikirkan penanganan jangka panjang. Kami datang ke lokasi untuk memastikan penanganan segera dilakukan. Saya mengapresiasi respons cepat dari BBWS," kata Eman.

Model Irigasi Masa Depan

Kementerian PU tidak berhenti pada fungsi darurat. Pompa tenaga surya ini diharapkan menjadi model pengelolaan irigasi yang lebih efisien dan berkelanjutan. Dengan biaya operasional yang rendah dan ramah lingkungan, teknologi ini bisa direplikasi di daerah rawan kekeringan lainnya di Indonesia.

Tambahan pasokan air yang mengalir kembali ke jaringan irigasi membuat tanaman padi yang sebelumnya mulai mengering kembali hijau. Risiko gagal panen yang sempat membayangi petani Leuweunghapit kini bisa ditekan, dan musim tanam tetap berjalan meski kemarau masih berlanjut.

Langkah ini menjadi contoh konkret bagaimana infrastruktur adaptif terhadap perubahan iklim bisa bekerja: memanfaatkan kondisi alam yang ekstrem — justru saat matahari bersinar paling terik — untuk menjaga produktivitas pertanian nasional.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top