KUPANG — Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, menyaksikan langsung implementasi kebijakan keringanan pajak kendaraan bermotor di Kantor Samsat Kota Kupang. Program ini merupakan bagian dari dukungan Pemerintah Australia melalui Program SKALA yang dinilai berdampak positif bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Kunjungan yang berlangsung selama tiga hari itu juga menjadi ajang penguatan kemitraan jangka panjang kedua negara. Brazier bertemu dengan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Franscis, serta sejumlah pemimpin sektor kesehatan untuk membahas penguatan imunisasi dan layanan kesejahteraan anak yang terintegrasi.
Di sektor pendidikan, Brazier mengunjungi SDK Citra Bangsa Mandiri dan SDN Palsatu. Kedua sekolah tersebut berpartisipasi dalam program BRIDGE dan INOVASI yang difokuskan pada peningkatan kapasitas guru dan kualitas pembelajaran.
“Saya senang sekali dapat mengunjungi Kupang dan menyaksikan kemitraan jangka panjang Australia dengan Nusa Tenggara Timur. Australia bekerja erat dengan pemerintah, masyarakat, sekolah, dan pelaku usaha di seluruh provinsi ini untuk menciptakan peluang, memperkuat layanan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujar Rod Brazier dalam keterangan resmi yang diterima Jubi, Sabtu (1/8/2026).
Kunjungan ke Desa Oenaek menjadi sorotan tersendiri. Brazier berdialog dengan para wirausaha perempuan yang bergerak di industri rumput laut binaan Birufinery. Program ini didukung oleh inisiatif Investing in Women Australia yang bertujuan mendorong kesetaraan gender di tempat kerja dan pasar.
NTT dikenal sebagai salah satu provinsi dengan tingkat kerentanan bencana alam yang tinggi. Untuk itu, Brazier meninjau Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) yang bekerja sama dengan program SIAP SIAGA. Kolaborasi ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam merespons darurat secara cepat dan efektif.
Di sela-sela agenda resminya, Dubes Brazier juga menjadi tuan rumah resepsi untuk komunitas alumni Australia di Kupang. Ia juga menyempatkan diri mengikuti sesi latihan bersama Tim Kriket NTT bersama pelatih asal Australia, Nicolene Snyman.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Relawan Australia yang berfokus pada pengembangan olahraga kriket, peningkatan kapasitas pelatih, serta keterlibatan generasi muda di Nusa Tenggara Timur.