BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang 2,5 Meter di Perairan NTT, Nelayan dan Operator Tongkang Diminta Waspada

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:08:31 WIB
Gelombang setinggi 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan NTT, menurut peringatan dini BMKG.

KUPANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta pengguna jasa transportasi laut meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman gelombang tinggi dalam beberapa hari ke depan. Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Yandri Anderudson Tungga, menyebut tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di belasan titik perairan NTT.

Wilayah yang terdampak meliputi Selat Sape bagian selatan, Selat Alor, Selat Sumba bagian barat, dan Laut Sawu. Selain itu, potensi serupa juga mengintai perairan selatan Sumba, perairan utara Sabu-Raijua, perairan selatan Sabu-Raijua, serta perairan utara Kupang-Rote.

Selat Pukuafu dan Perairan Timor-Rote Juga Berisiko

BMKG mencatat beberapa titik lainnya yang masuk zona waspada adalah Selat Pukuafu dan perairan selatan Timor-Rote. Masyarakat pesisir yang beraktivitas di lokasi-lokasi tersebut diimbau memantau perkembangan cuaca secara berkala.

Secara sinoptik, pola angin di wilayah NTT saat ini umumnya bergerak dari arah timur laut hingga tenggara. Kecepatan anginnya bervariasi antara 10 hingga 32 knot, dengan kecepatan tertinggi terpantau di sejumlah selat dan perairan terbuka.

Kecepatan Angin Tertinggi Terpantau di Selat Sape dan Laut Sawu

Kecepatan angin maksimum tersebut terpantau di Selat Sape, perairan utara Flores, Selat Pantar, dan Selat Alor. Area lain yang mengalami kondisi serupa mencakup perairan selatan Alor-Pantar, Selat Sumba, Laut Sawu, dan Selat Ombai.

Wilayah perairan selatan Sumba, Sabu-Raijua, dan utara Timor juga masuk dalam daftar area dengan angin kencang. Tak ketinggalan, perairan utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, perairan selatan Timor-Rote, serta perairan Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo ikut terdampak.

Kecepatan angin yang tinggi ini berpotensi memicu peningkatan tinggi gelombang secara signifikan. Oleh karena itu, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini yang berlaku untuk periode tiga harian ke depan.

Nelayan dan Operator Tongkang Punya Batas Aman Berbeda

BMKG memberikan panduan keselamatan yang berbeda bagi tiap jenis kapal. Para pengguna perahu nelayan diminta meningkatkan kewaspadaan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

Sementara itu, standar yang lebih ketat diberlakukan bagi operator kapal tongkang. Mereka diimbau waspada ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter.

Untuk mendapatkan informasi terkini, masyarakat dapat memantau situs resmi maritim.ntt.bmkg.go.id. Informasi juga bisa diakses melalui nomor telepon 0812-1512-2192 atau akun Instagram @bmkg.maritim.tenau.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top