KUPANG — Keyakinan itu bukan tanpa dasar. Pada Pileg 2024 lalu, PKB berhasil mengantongi lima kursi di DPRD Kota Kupang. Perolehan suara terbanyak keempat itu menempatkan PKB sejajar dengan kekuatan politik besar lain di ibu kota Provinsi NTT.
"Target PKB Kota Kupang di tahun 2029 atau Pemilu 2031 tidak ada tawar-menawar, yakni wajib hukumnya bagi PKB untuk mendapatkan salah satu unsur pimpinan di DPRD Kota Kupang," tegas Satrio dalam sambutannya.
Untuk mencapai target tersebut, Satrio menegaskan fokus partai saat ini bukan pada kampanye jangka pendek, melainkan penguatan organisasi dari dalam. Konsolidasi internal dan kolaborasi antarkader menjadi kata kunci yang ia ulang di hadapan pengurus DPC dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kota Kupang.
Periode kepengurusan baru 2026–2031 yang dilantik pada 22 Juli 2026 lalu disebutnya menjadi titik tolak. Komposisi pengurus saat ini dinilai ideal karena menggabungkan kader senior berpengalaman dengan energi kader muda.
Perpindahan kantor dari lokasi sebelumnya ke Jalan KB Lestari bukan sekadar seremoni. Ibadah syukuran yang dipimpin Pdt. Boy Ngaluama itu menjadi simbol dimulainya babak konsolidasi yang lebih serius.
Langkah konkret pertama sudah dijadwalkan. DPC PKB Kota Kupang akan segera menggelar forum pengukuhan untuk meresmikan seluruh jajaran dewan pengurus secara menyeluruh. Forum ini diharapkan menyatukan visi dan langkah di tingkat PAC hingga kelurahan.
Di hadapan kader yang hadir, Satrio Pandie menekankan satu nilai yang menurutnya menjadi napas partai: kesetiaan. Ia mengingatkan agar kader tetap teguh berada di tubuh PKB, terlepas dari dinamika kepemimpinan internal.
"Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan kader di tingkat PAC hingga tingkat kelurahan," ujarnya menutup sambutan, menegaskan bahwa kerja kolektif di akar rumput akan menentukan apakah target kursi pimpinan DPRD itu bisa direbut pada kontestasi 2029 mendatang.