KUPANG — Ratusan warga dan petani rumput laut yang memadati Pantai Oesina, Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya bisa bernapas lega. Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 Wita setelah ditunggu sejak pagi.
Kedatangan Jokowi langsung disambut antusiasme warga yang telah bertahan sejak pukul 06.00 Wita. Pembawa acara sempat menyuarakan harapan warga agar Jokowi bersedia berdialog meski hanya sebentar.
"Kami menunggu Bapak sejak pagi, jam 06.00. Karena itu kami minta Bapak bisa berdialog dengan kami walau hanya sebentar saja," ujar pembawa acara di hadapan Jokowi.
Menanggapi permintaan tersebut, Jokowi bukannya langsung membahas program, melainkan melontarkan candaan yang mengundang gelak tawa warga. "Saya datang ke Pantai Oesina sore hari. Kalau datang pagi hari ngapain?" kata Jokowi disambut tawa riuh.
"Memang janjiannya saya datang ke sini sore hari," lanjutnya.
Meski sempat menunggu berjam-jam, semangat warga tidak surut. Mereka tetap bertahan untuk mendengarkan langsung penjelasan Jokowi mengenai pengembangan budidaya rumput laut di NTT.
Dalam kesempatan itu, Jokowi menilai NTT memiliki potensi besar menjadi salah satu sentra produksi rumput laut nasional. Namun, ia mengakui potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
"Saya ingin melihat kegiatan riil budidaya rumput laut yang ada di NTT. Beberapa bulan sebelumnya kami juga sudah melihat langsung ke lapangan untuk mengetahui apa saja kekurangan dan tantangan yang harus kita selesaikan bersama," ujarnya.
Dari hasil peninjauan, Jokowi menyoroti sarana penunjang pascapanen yang masih tradisional. "Misalnya, rak untuk menyimpan rumput laut masih tradisional. Itu yang akan kita perbaiki," katanya.
Jokowi menyebut terdapat dua persoalan utama yang perlu segera diselesaikan agar budidaya rumput laut di NTT berkembang lebih pesat. Pertama, keterbatasan bibit unggul yang kerap dikeluhkan petani. Kedua, kepastian akses pasar agar hasil panen dapat terserap ketika produksi meningkat.
"Yang paling penting ada dua hal. Pertama berkaitan dengan bibit unggul karena di sini selalu kekurangan bibit unggul. Kedua berkaitan dengan akses pasar. Kalau nanti produksi meningkat dalam jumlah besar, siapa yang akan membeli? Kalau menumpuk, harganya pasti turun. Itu yang ingin kita bantu," jelas Jokowi.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Jokowi mengatakan yayasan yang dibentuknya akan mendampingi petani secara menyeluruh. Pendampingan dimulai dari penyediaan bibit unggul, peningkatan kualitas budidaya, hingga membantu pemasaran hasil panen.
"Yayasan yang kita bentuk ini akan mendampingi bapak dan ibu petani rumput laut agar mampu menghasilkan rumput laut yang berkualitas, memperoleh harga yang baik, dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Jokowi menambahkan, program tersebut masih berada pada tahap uji coba. Jika berjalan sesuai rencana, distribusi bibit unggul kepada petani akan dilakukan secara bertahap mulai September, Oktober, November, dan berlanjut pada bulan-bulan berikutnya.