KUPANG — Industri garam rakyat di Rote Ndao menjadi salah satu sektor yang paling disorot dalam pertemuan bilateral antara Pemprov NTT dan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier. Pemerintah menargetkan komoditas ini naik kelas ke skala industri nasional hingga tembus pasar ekspor dengan dukungan teknis dan investasi dari mitra internasional.
Selain garam, pembahasan mencakup perluasan peluang investasi, reaktivasi rute penerbangan internasional Kupang–Darwin, serta optimalisasi pembangunan kawasan perbatasan negara. Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa seluruh agenda tersebut harus berdampak langsung pada kesejahteraan warga di kabupaten/kota.
Kabupaten Rote Ndao selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi garam di NTT. Namun, sebagian besar produksi masih dikelola secara tradisional dengan rantai pasok yang belum terintegrasi.
Dengan pendampingan teknis dari Australia, pemerintah mendorong perbaikan kualitas dan volume produksi agar garam Rote mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. Langkah ini dinilai strategis karena sektor tersebut melibatkan banyak petani garam kecil di pesisir.
Reaktivasi rute penerbangan Kupang–Darwin juga masuk dalam daftar pembahasan. Rute ini dinilai penting untuk memperlancar arus barang, jasa, dan orang antara NTT dan Australia Utara, sekaligus membuka peluang pariwisata dan perdagangan lintas batas.
Pemerintah juga menyoroti pembangunan kawasan perbatasan negara yang selama ini kerap tertinggal dari daerah lain. Optimalisasi kawasan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Indonesia.
Melkiades menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar seremoni. Ia ingin setiap kabupaten di NTT memiliki kekuatan ekonomi yang bisa dikembangkan menjadi motor pertumbuhan daerah.
"Kami tidak sekadar berdiskusi, tetapi membuka jalan untuk masa depan NTT. Mulai dari industri garam Rote yang siap naik kelas, peluang investasi, pembukaan kembali penerbangan Kupang–Darwin, pengembangan kawasan perbatasan hingga peningkatan kualitas SDM. Saya percaya, setiap kabupaten di NTT punya kekuatan yang bisa menjadi mesin pertumbuhan," ungkapnya.
Selain infrastruktur dan investasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi utama dalam kemitraan ini. Pemerintah ingin memastikan warga NTT tidak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri, tetapi ikut terlibat aktif dalam proyek-proyek kerja sama yang digulirkan.
"Tugas pemerintah adalah menghadirkan mitra, membuka akses, dan memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat. Terima kasih kepada Pemerintah Australia atas komitmen dan dukungan yang terus diberikan bagi NTT. Semoga persahabatan ini tidak hanya melahirkan kerja sama, tetapi juga lebih banyak lapangan kerja, investasi, dan kesejahteraan bagi masyarakat," tutupnya.