SOE — Perjalanan Aji Bayu Ramadhan menembus gerbang IPDN dimulai dari sebuah rumah sederhana di Kecamatan Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Ayahnya, seorang buruh bangunan yang kerap berpindah proyek, bahkan sempat menjadi pemulung rongsokan dan perajin untuk menyambung hidup. Ibunya menjadi penopang utama, mendidik anak-anaknya agar tak kehilangan harapan.
Bagi Aji, tantangan paling berat bukanlah biaya, melainkan informasi. Ia mengaku kesulitan mengakses data seleksi secara daring karena lahir dan besar di wilayah 3T yang jaringannya belum merata.
"Hal yang paling saya rasakan susah ketika masuk IPDN adalah informasi. Dikarenakan saya berasal dari daerah 3T yang akses informasi di situ belum terlalu terbuka," ujarnya seusai upacara pelantikan.
Meski begitu, ia nekat mencari sendiri informasi pendaftaran secara online. Bermodal doa dari kedua orang tua, Aji mengikuti setiap tahapan seleksi yang menurutnya berlangsung transparan.
Selama empat tahun menjadi praja, Aji mengaku seluruh kebutuhan dasarnya dipenuhi oleh negara. Mulai dari pakaian, seragam, sepatu, hingga makanan dan listrik — semuanya gratis.
"Tentu saja alhamdulillahnya kami di-provide dengan gratis di sini. Semua hal yang menjadi fondasi kehidupan itu sudah di-provide secara maksimal oleh kampus. Jadi, kami di sini hanya sekadar datang dan fokus belajar," tuturnya.
Sistem pendidikan tanpa biaya ini memungkinkan Aji berkonsentrasi penuh pada studi. Hasilnya, ia berhasil menyabet predikat lulusan terbaik dan menerima penghargaan Kartika Astha Brata.
Puncak perjuangan Aji tiba saat ia resmi dilantik sebagai Pamong Praja Muda. Ia merupakan satu dari 1.203 lulusan IPDN yang diambil sumpahnya langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Jatinangor.
"Saya sangat berterima kasih atas semua hal yang terjadi oleh Presiden kami. Karena ini adalah pertama kali Presiden Prabowo datang ke IPDN Jatinangor," ungkap Aji.
Kini, pemuda asal Soe itu siap mengabdikan diri sepenuhnya bagi masyarakat dan bangsa Indonesia. Ia menjadi bukti bahwa anak buruh dari daerah 3T pun bisa menembus pendidikan tinggi dan meraih prestasi terbaik.