Gubernur NTT Melki Laka Lena Sebut K-SIGN Rote Ndao Jadi Kunci Percepat Swasembada Garam Nasional

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 19:39:31 WIB
Gubernur NTT Melki Laka Lena menyebut pembangunan K-SIGN Rote Ndao sebagai momentum penting untuk memperkuat swasembada garam nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

ROTE NDAO — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menyatakan pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao merupakan momentum penting untuk memperkuat swasembada garam nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kehadiran Kawasan Sentra Industri Garam Nasional ini merupakan berkat yang luar biasa bagi Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya bagi masyarakat di Kabupaten Rote Ndao," kata Melki saat mendampingi tiga Menteri yang meninjau perkembangan pembangunan K-SIGN, di Rote Ndao, Kamis.

Ketiga Menteri tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto.

Target Produksi 200 Ton Per Hektare

Menurut Melki, kawasan itu akan memberikan multiplier effect yang sangat besar. Mulai dari membuka lapangan kerja, mendorong hilirisasi industri garam, menggerakkan ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, hingga memperkuat posisi NTT sebagai salah satu lumbung garam nasional.

Ia menjelaskan K-SIGN dikembangkan dengan konsep industri garam modern melalui sistem produksi terintegrasi yang mencakup kolam penampungan air laut, pengendapan, kristalisasi, hingga gudang penyimpanan garam. Kawasan itu diproyeksikan mampu menghasilkan garam berkualitas tinggi dengan produktivitas sekitar 200 ton per hektare, sekaligus mendukung target swasembada garam nasional.

Dampak Ekonomi untuk Petani dan UMKM Lokal

Keberadaan kawasan industri garam tersebut akan menciptakan rantai ekonomi yang lebih luas. Manfaatnya tidak hanya dirasakan petani garam, tetapi juga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor transportasi, perdagangan, serta berbagai usaha pendukung lainnya.

Selain pembangunan infrastruktur industri, proyek tersebut juga mengedepankan pemberdayaan masyarakat melalui perekrutan tenaga kerja lokal dan penyelenggaraan pelatihan keterampilan bagi warga di sekitar kawasan.

Warga Antusias Ikuti Pelatihan Sebelum Bekerja

Salah seorang warga Desa Matasio, Darma Pena, mengaku optimistis proyek K-SIGN akan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat setempat.

"Tentunya kami senang sekali. Saat ini kami sedang mengikuti pelatihan sebelum nanti masuk kerja di sini," katanya.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top