KUPANG — Universitas Nusa Cendana (Undana) mengucurkan dana Rp1,2 miliar untuk program pengabdian masyarakat yang menyasar stunting, kemiskinan, dan pengembangan potensi lokal di Sumba Timur. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Berdampak Tahun 2026 ini resmi diluncurkan di Kecamatan Pahunga Lodu pada Senin (27/7).
Pemerintah Kabupaten Sumba Timur mencatat angka stunting di Kecamatan Pahunga Lodu masih sekitar 26 persen. Angka ini menjadi perhatian serius karena berada di atas rata-rata nasional. Intervensi berbasis riset dari perguruan tinggi diharapkan mampu mempercepat penurunan angka tersebut sekaligus menekan kemiskinan melalui pengembangan ekonomi lokal.
Wakil Rektor Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., mengatakan seluruh program disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat. "Dukungan pendanaan Rp1,2 miliar ini menopang kerja lapangan puluhan tim akademisi serta pelaksanaan 18 judul penelitian dosen Undana yang seluruh lokasinya dipusatkan di Kabupaten Sumba Timur," ujarnya dalam keterangan resmi.
Ketua Panitia PKM Berdampak, Dr. Andreas Umbu Roga, S.Pd., M.Kes., menyebut program ini melibatkan empat guru besar serta 47 tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa. Mereka diterjunkan langsung ke tujuh desa di Kecamatan Pahunga Lodu, yaitu Kaliuda, Mburu Kulu, Tana Manang, Tamma, Lambakara, Palanggai, dan Pamburu.
"Kami berharap seluruh program yang dilaksanakan mampu memperkuat kapasitas masyarakat, mengembangkan potensi lokal, serta mendukung terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan," kata Andreas.
Kecamatan Pahunga Lodu memiliki potensi di sektor pertanian, peternakan, pangan, dan rumput laut. Namun, tantangan pembangunan masih cukup berat. Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali, S.T., M.T., berharap hasil penelitian dan pengabdian dari tim Undana bisa menjadi dasar ilmiah dalam penyusunan kebijakan daerah.
"Kami berharap hasil pengabdian ini dapat menjadi pedoman bagi pemerintah dalam menetapkan kebijakan dan program prioritas ke depan, terutama sebagai rujukan pembangunan di Kecamatan Pahunga Lodu," ujar Bupati.
Tema pengabdian tahun ini adalah "Pengabdian Undana Berdampak untuk Kabupaten Sumba Timur: Mewujudkan World Class Locally Relevant University melalui Kolaborasi Menuju Pembangunan Berdampak dan Berkelanjutan." Program berlangsung selama empat hari, 27–30 Juli 2026, dengan fokus pada intervensi langsung di tingkat desa.
Dengan anggaran Rp1,2 miliar, Undana berharap program ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak terukur bagi penurunan stunting dan kemiskinan di salah satu wilayah timur Nusa Tenggara Timur.