KUPANG — Penyerapan jagung ini disebut memberikan dampak berganda bagi perekonomian daerah. Pemimpin Perum Bulog Kanwil NTT, Arrahim K. Kanam, mengatakan bahwa langkah ini membantu menjaga pendapatan petani sekaligus menjamin ketersediaan bahan baku pakan ternak yang terjangkau bagi peternak di NTT.
"Penyerapan 2.330 ton jagung ini merupakan komitmen kami untuk hadir langsung membantu petani NTT agar hasil panen mereka terserap dengan harga yang baik dan kompetitif," kata Arrahim di Kupang, Kamis.
Menurut Arrahim, jagung yang diserap Bulog ditujukan untuk memperkuat rantai pasok industri peternakan yang menjadi salah satu potensi unggulan NTT. Ia menilai provinsi ini memiliki lahan dan produksi jagung yang besar, sehingga penyerapan secara konsisten diharapkan mendorong petani meningkatkan produktivitas tanpa khawatir soal pemasaran.
"Penyerapan ini ditujukan untuk pakan ternak yang rantai pasoknya sangat vital dalam mendukung industri peternakan lokal," ujarnya.
Ke depan, Bulog NTT berencana memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan pemangku kepentingan sektor peternakan. Tujuannya, memperluas penyerapan jagung sekaligus mendukung kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.
Selain jagung, Perum Bulog Wilayah NTT sebelumnya juga telah menyerap 7.407 ton setara beras hasil panen petani hingga 12 Juli 2026. Langkah itu dilakukan untuk memperkuat swasembada pangan nasional dan menjaga stabilitas harga di tingkat daerah.