NUSA TENGGARA TIMUR — Proyek pengendalian banjir di Kampung Purwodadi, Sungai Lekop, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, memasuki fase baru. Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPP) Provinsi Kepri, Dona Astrina, mengonfirmasi pembangunan kanal banjir tahap lanjutan telah dimulai dengan masa pelaksanaan 120 hari kalender.
Upaya penanganan banjir di lokasi ini sebenarnya sudah berjalan sejak beberapa tahun terakhir. Pada tahap awal, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Kepri mengerjakan langkah-langkah awal untuk mengurangi dampak genangan.
Memasuki 2025, tugas penanganan dilimpahkan ke Dinas PUPP. Fokus pekerjaan saat itu adalah pada segmen sungai yang paling dekat dengan permukiman warga—titik yang selama ini menjadi langganan terendam saat hujan deras. Pekerjaan meliputi pemasangan batu miring sebagai pelindung saluran, normalisasi sungai, dan perbaikan saluran yang rusak.
“Hasilnya sangat signifikan. Pada akhir tahun 2025, banjir tidak lagi merendam permukiman warga,” ujar Dona di Tanjungpinang, Selasa (28/7/2026).
Keberhasilan di tahun pertama mendorong pemerintah melanjutkan proyek pada 2026. Anggaran Rp970,96 juta yang bersumber dari APBD Provinsi Kepri dialokasikan khusus untuk pembangunan kanal banjir baru sepanjang 275 meter. Infrastruktur ini dirancang sebagai kelanjutan dari sistem pengendali banjir yang sudah terbangun sebelumnya.
Dona menjelaskan, pembangunan kanal banjir ini bertujuan meningkatkan kapasitas aliran air secara signifikan. Dengan saluran yang lebih lebar dan terstruktur, risiko luapan air saat curah hujan tinggi diharapkan bisa ditekan hingga ke titik minimal.
Pemerintah provinsi menargetkan kawasan Kampung Purwodadi dan sekitarnya benar-benar terbebas dari ancaman banjir setelah proyek ini rampung. Dona berharap pembangunan yang dilakukan secara berkelanjutan ini bisa memberikan perlindungan jangka panjang bagi masyarakat.
“Dengan selesainya proyek tersebut, kawasan Kampung Purwodadi dan sekitarnya diharapkan terbebas dari ancaman banjir serta memberikan rasa aman bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” katanya.
Banjir besar pada 2021 yang merendam jalan, lahan perkebunan, dan permukiman warga dengan ketinggian air mencapai satu meter menjadi pengalaman pahit yang mendorong percepatan pembangunan infrastruktur ini. Kanal banjir sepanjang 275 meter yang tengah dikerjakan kini menjadi jawaban atas kekhawatiran warga setiap musim hujan tiba.