Prabowo Tegaskan BUMN Sarang Korupsi, Ancam Koruptor: Kembalikan Uang Rakyat Sekarang!

Penulis: Chandra Kusuma  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 10:39:32 WIB
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menertibkan seluruh BUMN yang dinilai menjadi sumber kebocoran anggaran negara.

NUSA TENGGARA TIMUR — Prabowo tidak menyebut nama BUMN atau kasus spesifik. Namun, ia menegaskan komitmen menertibkan seluruh lini perusahaan negara yang sudah lama menjadi sumber kebocoran anggaran.

"BUMN-BUMN itu akan kita tertibkan. Selama ini BUMN itu sumber korupsi," ujar Prabowo di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta.

Ancaman Langsung ke Koruptor: Hentikan atau Kembalikan

Di hadapan ribuan peserta, Kepala Negara mengeluarkan peringatan keras. Ia meminta pelaku korupsi menghentikan aksinya dan sukarela mengembalikan aset hasil jarahan.

"Hei para koruptor sadar diri, hentikan praktik-praktik kau, hentikan, rakyat tidak bodoh. Kembalikan kekayaan rakyat, kembalikan dengan baik," tegasnya.

Prabowo menekankan bahwa rakyat Indonesia adalah bangsa pemaaf. Namun, keadilan tetap harus ditegakkan demi kesejahteraan guru, dokter, perawat, tentara, polisi, dan pegawai negeri yang masih butuh perbaikan penghasilan.

Kesejahteraan Aparatur Jadi Kunci Antikorupsi

Dalam pidatonya, Prabowo mengaitkan praktik korupsi dengan rendahnya gaji aparatur negara. Ia meyakini perbaikan pendapatan bisa menekan risiko penyimpangan.

"Guru-guru butuh gaji yang baik. Dokter, perawat butuh gaji yang baik. Tentara dan polisi butuh gaji yang baik supaya mereka tidak memeras dari rakyat. Pegawai negeri butuh gaji baik supaya mereka tidak korupsi," tuturnya.

Pernyataan ini mengingatkan bahwa korupsi di BUMN tak bisa dilepaskan dari tata kelola dan sistem penggajian yang adil. Prabowo mengajak semua elemen bangsa bersatu memberantas praktik kotor yang menggerogoti keuangan negara selama puluhan tahun.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: nasional.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top