KUPANG — Sejumlah bapak-bapak di Kota Kupang unjuk kebolehan di depan kompor dalam lomba memasak yang digelar Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) NTT, Senin lalu. Bukan sekadar ajang keterampilan, kegiatan ini menjadi bagian dari kampanye nasional untuk mengubah paradigma pengasuhan di Indonesia Timur.
Kepala Perwakilan BKKBN NTT dr Mauliwaty Bullo mengatakan lomba ini merupakan salah satu rangkaian Harganas ke-33 yang menyasar kaum ayah. "Hal ini menunjukkan bahwa ada pembagian peran dalam rumah tangga sehingga bukan saja ibu yang bisa memasak tetapi juga ada ayah yang bisa memasak makanan yang bergizi," katanya kepada wartawan di Kupang.
Menurut Mauliwaty, momentum Harganas menjadi waktu yang tepat untuk menunjukkan bahwa peran ayah dan ibu dalam rumah tangga setara dan saling melengkapi. Selama ini, beban pengasuhan anak di NTT dan wilayah Indonesia Timur lainnya lebih banyak ditanggung oleh ibu.
Program ini tidak berdiri sendiri. Mauliwaty menjelaskan, dalam program Kampung Keluarga Berkualitas, para ayah sudah diajarkan teknik memasak makanan bergizi melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat). "Ada programnya," ujar dia singkat.
Indikator utama dari Gerakan Ayah Teladan Indonesia adalah agar para ayah terpapar informasi terkait pengasuhan anak. "Karena itu melalui program ini, kita ingin agar bapak-bapak juga bisa terlibat dalam pengasuhan, tumbuh kembang anak, mendukung istri sehingga mengetahui tumbuh kembang anak," tambah Mauliwaty.
Selain lomba memasak, rangkaian peringatan Harganas ke-33 di Kupang juga diisi dengan donor darah, pemeriksaan kesehatan, serta pelayanan Keluarga Berencana (KB) bagi ibu. Semua kegiatan ini dirancang untuk memperkuat ketahanan keluarga dari berbagai aspek, mulai dari kesehatan hingga pembagian peran yang lebih adil antara suami dan istri.
Lomba memasak bagi bapak-bapak ini diharapkan menjadi langkah konkret mengikis stereotip bahwa urusan dapur dan pengasuhan hanya milik ibu. Dengan ayah yang aktif memasak dan mengasuh, kualitas gizi keluarga dan tumbuh kembang anak diharapkan semakin optimal.