Netflix resmi memproduksi miniseri enam bagian adaptasi novel klasik "Pride and Prejudice" yang dijadwalkan tayang perdana pada musim gugur 2026. Proyek yang dibintangi Emma Corrin dan Jack Lowden ini memperkuat portofolio drama periode Netflix setelah kesuksesan "The Other Bennet Sister". Kehadiran versi terbaru ini menjadi momentum bagi penggemar di Indonesia untuk menelusuri kembali berbagai adaptasi ikonik di platform streaming legal.
Layanan streaming raksasa Netflix kembali melirik karya legendaris Jane Austen untuk memperkuat lini konten orisinal mereka. Adaptasi terbaru ini akan hadir dalam format miniseri enam episode, menjanjikan eksplorasi karakter yang lebih mendalam dibandingkan format film layar lebar. Keterlibatan Emma Corrin, yang sebelumnya sukses memerankan Putri Diana di "The Crown", memberikan sinyal bahwa Netflix mengincar kualitas produksi kelas atas untuk proyek ambisius ini.
Sembari menanti rilis tahun 2026, penonton Indonesia bisa mengakses dua adaptasi paling populer yang dianggap sebagai standar emas genre ini. Film "Pride & Prejudice" (2005) arahan Joe Wright kini tersedia di Amazon Prime Video. Versi ini sering dipuji karena sinematografi dan skor musiknya yang memenangkan banyak penghargaan, serta chemistry kuat antara Keira Knightley dan Matthew Macfadyen.
Sementara itu, bagi mereka yang lebih menyukai pendekatan setia pada teks asli, serial BBC tahun 1995 tetap menjadi favorit utama. Performa Colin Firth sebagai Mr. Darcy dalam versi ini begitu ikonik hingga mendefinisikan karakter tersebut bagi satu generasi. Di pasar global, serial ini tersedia di Disney+ dan BritBox, namun akses dari Indonesia mungkin memerlukan penyesuaian wilayah akun atau penggunaan layanan VPN untuk menembus batasan geografis.
Adaptasi "Pride and Prejudice" tidak selalu kaku dengan latar Inggris abad ke-19. Ada beberapa versi eksperimental yang memberikan warna berbeda bagi penonton yang bosan dengan formula konvensional:
Untuk kolektor film klasik, versi tahun 1940 yang dibintangi Laurence Olivier merupakan artefak sejarah sinema yang menarik. Meskipun film ini sudah berusia 86 tahun, dialog cerdas dan unsur komedi di dalamnya tetap terasa relevan. Saat ini, versi tersebut umumnya hanya tersedia melalui skema sewa atau beli (Buy/Rent) di platform seperti Amazon Prime Video dengan harga mulai dari 3,99 dolar AS atau sekitar Rp64.000.
Selain itu, terdapat versi modern "Pride and Prejudice" (2003) yang mengambil latar komedi masa kini. Film ini sering kali ditemukan secara gratis di layanan streaming berbasis iklan seperti Tubi. Keberagaman platform yang menayangkan berbagai versi ini menunjukkan bahwa meskipun cerita Austen sudah berusia dua abad, daya tariknya di industri hiburan digital tetap tidak tergoyahkan.