Pemkab Sumba Barat Skrining Jantung 300 Anak, Libatkan Dokter Spesialis IDAI dari Berbagai Daerah

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Selasa, 22 September 2026 | 13:01:31 WIB
Petugas kesehatan memeriksa seorang anak dalam kegiatan skrining jantung di Aula Kantor Dinas Kesehatan Sumba Barat.

SUMBA BARAT — Skrining jantung pada anak menjadi perhatian Pemkab Sumba Barat karena kelainan jantung bawaan tidak selalu menunjukkan gejala yang bisa dikenali sejak awal. Sebagian gangguan memang tampak jelas, tetapi kondisi lain bisa luput dari perhatian bila tidak diperiksa secara tepat dan sedini mungkin.

Bupati Sumba Barat Yohanis Dade dalam sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat, Drg. Bonar B. Sinaga, M.Kes, menegaskan bahwa anak merupakan generasi penerus bangsa sekaligus aset penting bagi masa depan daerah. Karena itu, memastikan anak tumbuh sehat, aktif, dan memiliki kualitas hidup yang baik menjadi tanggung jawab bersama.

Siapa Saja Tim Medis yang Dilibatkan?

Skrining tersebut melibatkan Tim Medis UKK Kardiologi IDAI yang terdiri dari dokter spesialis anak dan subspesialis kardiologi anak dari berbagai daerah di Indonesia. Tim antara lain dipimpin Ketua PP IDAI Dr. dr. Piprim B. Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K), serta Ketua UKK Kardiologi IDAI dr. Rizky Adriansyah, Sp.A, Subsp.Kardio(K), bersama sejumlah dokter subspesialis lainnya.

Kehadiran tim dari luar daerah itu memperkuat kapasitas layanan kesehatan setempat. Pemeriksaan berlangsung di Aula Kantor Dinas Kesehatan, RSUD Waikabubak, dengan target 300 anak sepanjang hari.

Pemeriksaan Tidak Berhenti di Jantung

Selain skrining jantung, tim medis memeriksa status antropometri dan melakukan deteksi dini kondisi kesehatan anak secara menyeluruh. Kombinasi ini memberi gambaran lebih utuh soal tumbuh kembang anak, bukan hanya kondisi organ jantungnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat deteksi dini gangguan kesehatan jantung pada anak. Pemahaman masyarakat soal pentingnya pemeriksaan sejak usia dini juga menjadi sasaran kegiatan.

Kolaborasi dengan Yayasan Filantropi dan IDAI NTT

Pemkab Sumba Barat mengapresiasi kolaborasi dengan yayasan filantropi di wilayah Sumba, UKK Kardiologi IDAI, dan IDAI Cabang Nusa Tenggara Timur. Pemerintah daerah berharap kerja sama tersebut terus berlanjut.

Salah satu bentuk lanjutan yang diharapkan adalah peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam skrining menggunakan pulse oximeter. Dengan alat itu, anak yang memiliki tanda atau faktor risiko kelainan jantung dapat lebih cepat dikenali.

Deteksi cepat membuka jalan bagi pemeriksaan lanjutan dan penanganan yang tepat. Bagi warga Sumba Barat, kegiatan ini menjadi kesempatan memeriksakan kesehatan anak tanpa harus keluar daerah.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top