NUSA TENGGARA TIMUR — Teknologi Neural Rendering DLSS 5 milik NVIDIA berhasil di-porting ke iGPU Intel Arc 140V melalui proyek open source di GitHub. Developer bernama Uzbekunknown membangun ulang model U-Net 71 blok dan menjalankannya di unit XMX Intel lewat ekstensi Vulkan VK_KHR_cooperative_matrix. Eksperimen ini membuktikan rendering berbasis AI tidak lagi eksklusif untuk kartu grafis diskrit NVIDIA.
Proyek GitHub bernama dlss-nr-on-intel memperlihatkan teknologi Neural Rendering DLSS 5 yang biasanya hanya berjalan di GPU NVIDIA, kini bisa dieksekusi di iGPU Intel Arc 140V berbasis arsitektur Xe Lunar Lake. Pendekatan yang dipakai bukan sekadar memuat DLL NVIDIA, melainkan membangun ulang model U-Net 71 blok milik DLSS 5 agar kompatibel dengan hardware Intel.
Developer Uzbekunknown tidak menjalankan DLSS 5 melalui lapisan kompatibilitas NVIDIA. Ia menulis ulang model Neural Rendering tersebut, lalu mengeksekusinya di unit XMX (Xe Matrix Extensions) milik Intel melalui ekstensi Vulkan VK_KHR_cooperative_matrix.
Pendekatan ini penting karena DLSS 5 Neural Rendering bergantung pada operasi matriks intensif yang biasanya diakselerasi tensor core NVIDIA. XMX di Intel Arc berperan setara, meski kapasitas komputasinya jauh lebih kecil.
Pengujian dilakukan pada Dead or Alive 5 Last Round, Tekken 7, dan Mortal Kombat 1. Ketiganya berhasil menampilkan gambar dengan karakteristik Neural Rendering DLSS 5, meski dengan konsekuensi performa yang berat.
Pada Tekken 7 dengan resolusi 640 × 360, Intel Arc 140V hanya menghasilkan sekitar 10,5 FPS setelah Neural Rendering aktif. Resolusi tersebut jauh di bawah Full HD, sehingga angka ini memperlihatkan beban komputasi yang sangat tinggi.
Di 1080p, proses Neural Rendering saja disebut membutuhkan sekitar 412 milidetik per frame di Arc 140V. Secara teori, itu membatasi performa di kisaran 2,4 FPS — jauh dari standar bermain game.
Karena model DLSS 5 dilatih untuk menghasilkan tampilan fotorealistis, karakter dari game dengan gaya visual tertentu bisa berubah penampilan. Pada Tekken 7 dan Mortal Kombat 1, efeknya masih terlihat cocok dengan desain karakter.
Berbeda pada Dead or Alive 5 Last Round yang bergaya anime. Hasil Neural Rendering justru membuat karakter tampak berbeda dari desain aslinya, karena model memaksa interpretasi realistik ke atas gaya visual yang stylized.
Proyek dlss-nr-on-intel saat ini masih sebatas proof of concept dan hanya berjalan di Linux. Developer sedang mengupayakan dukungan Windows, serta port ke GPU Arc diskrit dan GPU AMD.
Dengan performa di kisaran 10 FPS pada resolusi rendah, DLSS 5 di iGPU Intel belum ditujukan untuk bermain game sehari-hari. Nilai eksperimen ini lebih pada pembuktian bahwa teknologi Neural Rendering NVIDIA bisa direplikasi di arsitektur GPU lain.
Bagi pengguna Indonesia yang menantikan AI upscaling di laptop tipis berbasis Intel Lunar Lake, hasil ini masih jauh dari siap pakai. Namun arah pengembangannya membuka peluang bahwa Neural Rendering generasi berikutnya bisa berjalan di perangkat tanpa GPU diskrit.