KUPANG — Lonjakan harga kacang tanah terjadi di Pasar Oeba, Pasar Kasih Naikoten, dan Pasar Oebobo. Pantauan di tiga pasar itu menunjukkan harga bertahan di kisaran Rp65 ribu hingga Rp75 ribu per kilogram, lebih dari dua kali lipat harga normal.
Pedagang di Pasar Oeba, Siti, menyebut distributor mematok harga sekitar Rp55 ribu per kilogram. Dari situ, ia menaikkan harga jual dari sebelumnya Rp35 ribu menjadi Rp65 ribu per kilogram.
Menurut Siti, lonjakan dipicu terbatasnya pasokan kacang tanah dari petani lokal maupun kiriman luar daerah. Surabaya termasuk daerah pemasok yang pasokannya ikut menipis.
"Stok memang sedang kosong. Distributor mematok harga sekitar Rp55 ribu per kilogram. Karena itu, kami terpaksa menaikkan harga jual dari sebelumnya Rp35 ribu menjadi Rp65 ribu per kilogram. Bahkan, di sekitar sini ada yang menjual sampai Rp75 ribu per kilogram," ujar Siti, Minggu (20/9/2026).
Pedagang di Pasar Kasih Naikoten dan Pasar Oebobo menyampaikan alasan serupa. Pasokan yang terbatas membuat harga di tingkat pedagang melonjak dibandingkan kondisi sebelum kelangkaan.
Kenaikan harga mulai mengubah perilaku konsumen. Siti menyebut banyak pembeli datang hanya untuk menanyakan harga.
"Pembeli sekarang banyak yang tanya harga, tetapi setelah tahu harganya naik, mereka tidak jadi membeli," katanya.
Gejala serupa terlihat di dua pasar lain. Konsumen yang semula berniat membeli kacang tanah memilih menunda atau mencari alternatif lain setelah mengetahui harga baru.
Siti berharap pasokan kacang tanah segera kembali normal. Dengan begitu, harga bisa turun dan masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan komoditas tersebut.
Hingga Minggu (20/9/2026), belum ada keterangan resmi dari dinas terkait di Kota Kupang soal penyebab pasti kelangkaan maupun rencana intervensi harga. Pantauan di lapangan menunjukkan harga masih bertahan di level Rp65 ribu hingga Rp75 ribu per kilogram.