Kopdit Pintu Air KCP Wulandoni di Lembata Dorong 2.547 Anggota Kembangkan Usaha Lewat Pendampingan Berkelanjutan

Penulis: Chandra Kusuma  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 18:54:01 WIB
Bernard Belawa, pengurus KSP Kopdit Pintu Air KCP Wulandoni, menyampaikan komitmen koperasi dalam pendampingan usaha anggota di Lembata, Senin (24/8/2026).

LEWOLEBA — KSP Kopdit Pintu Air KCP Wulandoni menempatkan kepuasan anggota sebagai prioritas utama dalam setiap layanan. Tim komite dan manajemen secara aktif melakukan pendampingan terhadap pengurus kelompok, dengan langkah awal mengidentifikasi akar masalah jika terjadi kendala di lapangan.

“Prinsipnya kita tetap berpegang pada menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru, sehingga kepuasan anggota menjadi prioritas pelayanan,” ujar Bernard Belawa, pengurus KSP Pintu Air KCP Wulandoni, di Lembata, Senin (24/8/2026).

Pendampingan Usaha Dimulai dari Analisis Kelayakan

Bernard menjelaskan, konsentrasi terhadap usaha anggota diawali dengan mengidentifikasi jenis usaha, kebutuhan modal, dan analisis kelayakan usaha. Langkah ini menjadi dasar bagi koperasi untuk menentukan skema pendampingan yang tepat bagi setiap anggota.

“Model pendampingan dari cabang untuk anggota yang berwirausaha sangat variatif, tergantung dari jenis usaha. Beberapa langkah strategis sudah kami terapkan,” katanya.

Selain analisis awal, KCP Wulandoni juga melakukan pendampingan penggunaan modal dan monitoring perkembangan usaha secara berkala. Anggota dibantu membuat perencanaan sederhana yang mencakup modal, omzet, biaya, hingga perhitungan keuntungan.

Petani, Nelayan, dan Peternak Jadi Anggota Utama

Sebanyak 2.547 anggota Kopdit Pintu Air KCP Wulandoni berasal dari berbagai sektor, termasuk petani, nelayan, dan peternak. Mereka tergabung dalam 16 titik, unit, dan kelompok yang telah dikukuhkan serta rutin mengikuti Rapat Anggota Bulanan (RAB).

Pendampingan yang konsisten ini perlahan menunjukkan kemajuan di beberapa sektor usaha anggota. Pertanian hortikultura, perikanan, perdagangan, kuliner, usaha rumah tangga, hingga UMKM kerajinan berbahan alam menjadi bidang yang berkembang.

Semangat Kekeluargaan Jadi Kunci Pelayanan

Komite dan manajemen juga merekrut serta mendampingi anggota yang berwirausaha dengan menjunjung semangat gotong royong. Ketika menghadapi kendala di lapangan, tim kerja cabang mengandalkan pendekatan pelayanan mingguan yang terjadwal.

“Ketika berhadapan dengan kendala dalam tugas di lapangan, ada kiat yang dibangun tim kerja di cabang yakni semangat pendekatan pelayanan setiap minggu yang sudah terjadwal, dan pertemuan kelompok adalah kunci utama dalam menghidupi semangat kekeluargaan,” jelas Bernard.

Koperasi juga mendorong anggota untuk meningkatkan usaha secara bertahap, termasuk membantu ketika menghadapi masalah pemasaran, modal, maupun manajemen usaha.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: ekorantt.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top