NUSA TENGGARA TIMUR — Musim baru, tantangan baru. Persib Bandung memasuki BRI Super League 2026/2027 dengan status juara bertahan setelah mencatatkan tiga gelar beruntun. Namun, peta kekuatan tim berubah drastis, terutama di kursi pelatih dan komposisi pemain asing.
Bojan Hodak, arsitek di balik tiga musim sukses Persib, telah resmi mundur. Posisinya kini diisi oleh Igor Tolic, yang langsung menghadapi ekspektasi tinggi dari Bobotoh untuk mempertahankan dominasi di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Jadwal Persib di awal musim langsung diuji dengan dua laga berat. Setelah menjamu PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Maung Bandung dijadwalkan bertandang ke markas Persija Jakarta pada 12 September 2026. Laga bertajuk El Clasico Indonesia ini diprediksi menjadi ujian pertama bagi skuad asuhan Igor Tolic di musim kompetisi yang baru.
Selanjutnya, perjalanan tim berjuluk Pangeran Biru berlanjut dengan menghadapi Persijap pada 20 September 2026. Dari tiga laga awal, dua di antaranya berlangsung di kandang lawan, menguji konsistensi Persib di laga tandang.
Puncak persaingan menuju paruh musim akan terjadi pada November hingga Desember 2026. Persib dijadwalkan menjalani laga tandang berat melawan Malut United pada 8 November, sebelum menjamu Bali United di kandang pada 22 November 2026.
Dua pekan terakhir tahun 2026 menjadi periode paling krusial. Persib akan melakoni tiga pertandingan beruntun, dimulai dari laga tandang melawan Persebaya pada 6 Desember, menjamu PSS di kandang pada 14 Desember, lalu bertandang ke markas Arema FC pada 20 Desember. Rangkaian ini ditutup dengan dua laga kandang beruntun melawan Bhayangkara FC (23 Desember) dan PSIM (27 Desember).
Perubahan di kursi pelatih bukan satu-satunya hal yang berbeda di musim ini. Susunan pemain Persib disebut-sebut mengalami banyak perubahan, terutama di lini pemain asing. Rotasi besar ini menjadi pekerjaan rumah bagi Igor Tolic untuk membangun kembali chemistry tim sebelum kompetisi dimulai.
Dengan status juara bertahan, target yang disampirkan suporter ke pundak para pemain sangat tinggi. Persib berambisi mencatatkan sejarah baru dengan meraih gelar liga keempat secara beruntun, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi di era kompetisi modern Indonesia.