Gagal Usaha Mobil Pikap Tak Bikin Bapak Siu Menyerah, Kini Sukses Ternak Sapi dan Ayam dari Kopdit Pintu Air di Kupang

Penulis: Chandra Kusuma  •  Senin, 27 Juli 2026 | 13:59:31 WIB
Bapak Siu menunjukkan sapi ternak hasil usaha jual beli hewan yang digeluti setelah gagal menjalankan bisnis mobil pikap.

KUPANG — Perjalanan Bapak Siu merintis usaha dimulai dari nol. Sebelum bergabung dengan Kopdit Pintu Air pada 2013, ia hanya petani biasa yang mengikuti jejak sang ayah. Tekanan ekonomi setelah menikah dengan Denri Natalia Natun membuatnya nekat mencari jalan keluar.

Demi mendaftar menjadi anggota, Bapak Siu dan istrinya rela menempuh perjalanan sejauh 10 kilometer dari Kotabes ke Buraen. Namun, ia tak langsung meminjam. “Selama empat tahun saya menyimpan, tabungan saya hampir sepuluh juta. Kemudian saya beranikan diri untuk pinjam,” ujarnya.

Pinjaman Pertama untuk Kayu, Lalu Beli Mobil yang Berujung Rugi

Modal pertama digunakan untuk usaha jual beli kayu. Keuntungan terus mengalir berkat kemampuannya mengatur pendapatan harian dan mingguan. Pada 2017, ia mengajukan pinjaman lagi untuk membeli mobil pikap.

Alih-alih mendatangkan cuan, mobil itu justru menyedot biaya operasional. “Saya terus keluar uang untuk beli bahan bakar,” kenangnya. Puncaknya pada 2020, mobil pikap itu dijual. Sebagian uangnya dipakai melunasi pinjaman, sisanya menjadi modal baru.

Banting Setir ke Ternak Sapi, Kini Kirim ke Jakarta dan Kalimantan

Bapak Siu tak patah arang. Ia beralih ke jual beli ternak sapi. Hasilnya perlahan menunjukkan grafik positif. Kini ia berjejaring dengan pengusaha besar untuk mengirim sapi ke Jakarta dan Kalimantan dalam jumlah banyak.

“Saya petarung pak, kegagalan yang saya rasakan bukan buat saya mati langkah, justru jadi motivasi kuat yang buat saya semangat,” tegasnya.

Dari usaha itu, ia berhasil membangun rumah permanen menggantikan gubuk berdinding gebang dan beratap daun lontar. Ia juga membeli sebuah mobil truk, beberapa bidang tanah, serta membuka tabungan untuk tiga anaknya: Dede, Yosua, dan Mahesa Nubatonis.

Kini Merambah Ayam Petelur Demi Pendapatan Harian

Meski hidup telah berkecukupan, Bapak Siu memilih tetap bekerja keras. Ia masih terlibat langsung mengelola usaha setiap hari, dibantu seorang sopir dan anaknya. Usahanya kini melebar ke peternakan ayam potong dan ayam petelur.

“Kalau selama ini punya pendapatan mingguan setiap hari pasar, saya berjuang lagi supaya dapat menghasilkan harian dari telur ayam,” katanya. Langkah ini menjadi strategi barunya untuk memiliki pemasukan yang lebih stabil setiap hari.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: ekorantt.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top