OELAMASI — Pemerintah Kabupaten Kupang kembali menambah satu produk unggulan daerah ke dalam peta komoditas lokal. Setelah sukses meluncurkan “Beras Kupang Emas” dua pekan lalu, giliran “Garam Kupang Emas” yang diresmikan pada Senin (27/7) di Oelamasi. Produk ini merupakan hasil kerja sama antara Pemkab Kupang dan PT Garam Cahaya Konsumsi.
Bupati Kupang Yos Lede menyebut peluncuran ini bukan sekadar seremoni. Ia menekankan bahwa pemerintah hadir untuk mengelola potensi garam yang selama ini belum tergarap maksimal. “Ini adalah langkah baik yang berkat tuntunan dan kasih Tuhan dapat terlaksana,” ujarnya dalam sambutan.
Dalam dua minggu terakhir, Pemkab Kupang telah meluncurkan dua produk unggulan sekaligus. Setelah beras, kini garam menjadi komoditas yang diangkat ke permukaan. Menurut Bupati Yos Lede, langkah ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah namun belum dikelola secara optimal.
“Ini bukan sekadar soal nilai tambah ekonomi, melainkan sebuah kebanggaan bahwa daerah kita memiliki komoditas andalan yang dapat dinikmati masyarakat luas, bahkan berpotensi menembus pasar luar daerah,” tegasnya.
Agar produk tidak mandek di tingkat distributor, Bupati Yos Lede akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) yang mewajibkan jaringan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart, serta instansi pemerintah dan fasilitas umum di Kabupaten Kupang, untuk memprioritaskan “Garam Kupang Emas”. Kebijakan serupa juga berlaku untuk “Beras Kupang Emas”.
Langkah ini diambil untuk menjamin ketersediaan pasar sekaligus menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemerintah juga membidik ekspansi ke daerah lain yang tidak memiliki produksi garam, termasuk menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
PT Garam Cahaya Konsumsi selaku mitra swasta menyiapkan kapasitas produksi awal hingga 10 ribu ton. Pimpinan perusahaan, Daniel Cherlin, mengaku jarang menemukan pemerintah daerah yang turun langsung mendukung usaha kecil seperti yang dilakukan Pemkab Kupang.
“Selama kami berusaha, jarang sekali menemukan pemerintahan yang turun langsung bergerak seperti ini. Pabrik kami masih baru dan sedang dalam tahap penjajakan, namun berkat dorongan Bapak Bupati kami sudah siap memenuhi seluruh kebutuhan garam di Kabupaten Kupang,” ujar Daniel Cherlin.
Selain pasar dalam daerah, Pemkab Kupang juga menyiapkan “Garam Kupang Emas” untuk kebutuhan ekspor yang sebelumnya telah dirintis. Bupati Yos Lede menegaskan bahwa produk lokal harus mampu bersaing dengan produk luar, baik dari segi kualitas maupun harga.
“Kita tidak perlu mengambil produk dari luar jika kita mampu memproduksinya sendiri dengan kualitas yang setara bahkan lebih baik dan harga yang lebih bersaing. Tugas pemerintah bukan hanya mengejar PAD, melainkan membuka akses pasar agar pelaku usaha semakin bersemangat mengembangkan usahanya,” pungkasnya.
Kegiatan peluncuran ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemkab Kupang dan PT Garam Cahaya Konsumsi. Turut hadir sejumlah kepala OPD, camat, kepala desa, serta Direktur PT Garam Cahaya Indonesia Stanly Jaya Pranata.