NUSA TENGGARA TIMUR — Sirkuit Sepang pertama kali menggelar F1 pada 1999 dan langsung dikenal dengan layout teknis serta tikungan cepat. Trek sepanjang 5,543 km ini memiliki 15 tikungan yang menantang, termasuk tikungan ikonik seperti Sepang Hairpin. Keputusan F1 memulangkan Malaysia ke kalender bukan tanpa alasan: infrastruktur sirkuit dinilai masih mumpuni dan reputasi penyelenggaraan terjaga.
Meski Bahrain memiliki kontrak jangka panjang dengan F1, rotasi sirkuit menjadi pertimbangan utama. Sirkuit Internasional Bahrain telah menjadi tuan rumah sejak 2004, namun untuk musim 2026 F1 memilih Sepang sebagai pengganti. Belum ada pernyataan resmi dari pihak Bahrain maupun Liberty Media mengenai detail keputusan ini.
Kembalinya F1 ke Malaysia diyakini akan mendongkrak sektor pariwisata, perhotelan, dan transportasi. Penggemar di Asia Tenggara menyambut antusias karena kini memiliki akses lebih dekat untuk menyaksikan aksi para pembalap top. Grand Prix Malaysia 2026 dijadwalkan berlangsung seperti musim reguler, meski tanggal pasti belum diumumkan.
Sirkuit Sepang siap menyambut kembali para penggemar yang telah lama menanti. Sejak 2017, sirkuit ini hanya menjadi tuan rumah MotoGP dan ajang lainnya. Kini, balapan F1 kembali bergema di Malaysia.