KUPANG — Program Jam Belajar Masyarakat di NTT sudah resmi berjalan berdasarkan peraturan gubernur yang diterbitkan Pemprov setempat. Waktunya tetap setiap hari pukul 18.00–19.30 Wita, sehingga anak-anak diharapkan menjadikan satu setengah jam itu sebagai waktu wajib belajar di lingkungan keluarga.
Program ini menyasar anak usia sekolah dari tingkat dasar hingga menengah. Selama jam belajar, orang tua diminta mendampingi anak mengerjakan tugas atau membaca di rumah. Pemerintah desa dan kelurahan juga diimbau mengaktifkan pos belajar di balai pertemuan atau tempat ibadah yang ada.
Penerapan jam belajar sebelumnya sudah diuji coba di beberapa kecamatan. Kini diperluas ke seluruh kabupaten/kota di NTT melalui pergub yang langsung ditandatangani Gubernur Melki Laka Lena.
“Seluruh anak-anak adalah masa depan daerah kita, NTT, sekaligus masa depan Indonesia. Nasib daerah dan bangsa kita sangat ditentukan oleh kualitas anak-anak yang kita bina hari ini,” kata Melki saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional 2026 di halaman rumah jabatan gubernur, Sabtu.
Melki menegaskan bahwa keberhasilan program Jam Belajar Masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan sekolah atau pemerintah. Butuh peran aktif orang tua di rumah untuk memastikan anak benar-benar belajar, bukan sekadar duduk di meja. “Mari kita jadikan waktu tersebut sebagai momentum bagi anak-anak untuk belajar dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Program ini dirancang untuk membangun budaya belajar sejak dini yang berkelanjutan. Melki menambahkan, kecerdasan saja tidak cukup. Karakter seperti kedisiplinan, hormat kepada orang tua dan guru, serta ketekunan dalam berdoa juga perlu ditanamkan. “Keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga kedisiplinan, sikap hormat, dan ketekunan dalam berdoa,” tuturnya.
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di NTT menjadi momen memperkuat komitmen seluruh pihak terhadap hak-hak anak. Selain pendidikan, perlindungan dan kesempatan berkembang yang optimal menjadi prioritas. Pemprov menargetkan anak-anak NTT bisa menjadi generasi sehat, cerdas, berkarakter, dan mampu berkontribusi pada pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045.